Tenaga Dalam, Nyata atau Omong Kosong?

Begitu mendengar kata tenaga dalam, mau tidak mau pikiran saya akan tertuju kepada para pendekar di cerita Khoo Ping Ho, yang dengan menyalurkan tenaga dalamnya bisa membuat sepucuk ranting pohon menjadi sekuat baja dan bisa menghancurkan sebongkah batu.

Atau pukulan Sasra Bhirawa dari Mahesa Jenar dalam cerita Nagasasra Sabuk Inten, yang mampu menghancurkan lawan menjadi onggokan daging dan tulang remuk.

Atau badan kebal yang dengan mudah mematahkan semua pedang yang disabetkan kepadanya.

Apakah Sedahsyat Itu?

Saya pernah menyaksikan sendiri, betapa seseorang bisa menjadi kebal senjata dan bahkan membuat bengkok keris yang ditusukkan kedadanya. Ini saya lihat di atraksi tarian barong di Bali.

Penari Barong di Bali sedang menunjukkan kekebalan mereka dengan menusukkan keris ke dada mereka
Penari Barong di Bali sedang menunjukkan kekebalan mereka dengan menusukkan keris ke dada mereka

Saya juga pernah menyaksikan betapa dengan tangan kosong seseorang bisa memukul patah per mobil, tumpukan balok es dan batang besi. Ini saya lihat di demonstrasi silat Merpati Putih.

Tenaga Dalam di Sejarah

Bila senyata itu, pasti ada catatan sejarah tentang kehebatan tenaga dalam itu dalam pertempuran yang nyata yang dialami para tokoh sejarah.

Upsโ€ฆ ternyata tidak.

Anda tidak akan mendengar tentang penakluk besar dunia seperti Jenghis Khan melaju menggunakan ilmu kebalnya menembus hujan anak panah musuh. Atau yang dekat, Gajah Mada menghancurkan sekelompok musuhnya dengan pukulan jarak jauh.

Semua tokoh-tokoh besar itu menaklukkan musuh-musuhnya dengan cara yang bisa dimengerti oleh ahli strategi modern.

Jenghis Khan terkenal dengan gerak cepat pasukan berkudanya yang tak tertandingi. Daya jelajah dan kecepatan pasukannya sungguh luar biasa. Dengan mata-mata andalannya dan kecepatan pasukannya, ia selalu bisa menghancurkan musuh sebelum mereka mempersiapkan pertahanan yang kuat.

Raden Wijaya dengan muslihat yang jitu memukul mundur bala tentara Mongol setelah memanfaatkannya menaklukkan kerajaan Kediri. Raden Wijaya kemudian mendirikan kerajaan Majapahit yang hebat. Tidak ada tokoh sakti mandraguna yang menghancurkan tentara lawan di sana.

Tenaga Dalam Dalam Pertempuran

Lahโ€ฆ kenapa tenaga dalam tidak digunakan? bila pukulannya bisa membelah batu, tentu kepala musuh bisa remuk dipukulnyaโ€ฆ

Tenaga dalam memang hebat. Akan tetapi dia hanya dapat digunakan dalam kondisi tertentu, serta dengan mudah dapat dikalahkan oleh teknologi yang sederhana.

Anda lihat pendekar yang memiliki pukulan sekeras baja. Ia bisa menghancurkan setumpuk balok es dengan pukulan tangan kosongnya. Akan tetapi berapa banyak kepala musuh yang bisa ia hancurkan dalam pertempuran, bila untuk tiap kepala, ia butuh berkonsentrasi menyalurkan tenaga. Dalam pertempuran sesungguhnya kesempatan berkonsentrasi tanpa terganggu dengan hiruk pikuk pertempuran adalah sangat kecil. Seseorang dengan martil yang besar tanpa membutuhkan pemusatan konsentrasi yang tinggi bisa menghancurkan banyak kepala musuh dalam hiruk pikuk pertempuran.

Pesilat Merpati Putih sedang mematahkan tumpukan beton dengan kepalanya
Pesilat Merpati Putih sedang mematahkan tumpukan beton dengan kepalanya

Anda lihat pendekar debus yang kebal terhadap tusukan pedang. Untuk kebal ia butuh berkonsentrasi mengerahkan tenaga dalamnya, saat berkonsentrasi ia mungkin tidak bisa fokus menghajar lawannya. Seseorang dengan baju besi lebih efektif menahan sabetan pedang dalam pertempuran sambil tetap maju menghajar musuh-musuhnya.

Tenaga Dalam Itu Mahal

Untuk melatih pukulan sekeras baja, pendekar butuh waktu bertahun-tahun, sementara tanpa latihan lama, seseorang yang dibekali martil besi dengan mudah mengalahkan hasil sang pendekar.

Untuk melatih kekebalan, pendekar butuh latihan bertahun-tahun dan dengan syarat macam-macam, sementara itu tanpa latihan, seseorang dengan baju besi bisa bertahan atas tusukan pedang dalam medan tempur tanpa latihan yang rumit.

Jadi, bila anda seorang panglima perang, untuk apa membayar lebih untuk pelatihan pendekar yang mahal. Lebih baik anda gunakan uang anda untuk membeli senjata dan perisai yang lebih baik bagi pasukan anda. Pendekar mungkin anda perlukan untuk demonstrasi kekuatan guna menggetarkan musuh, seperti yang ditunjukkan Kopassus di atas, tetapi dalam pertempuran sebenarnya, pendekar tidak diperlukan.

Jadi, untuk apa ikut belajar tenaga dalam di era modern?

Pertanyaan mudah. Tentu bukan untuk persiapan perang, mungkin sekedar hobi, cari kegiatan, cari jodoh, atau lainnya. ๐Ÿ˜€

Judhianto

Pencari jawab amatir, bertanya apa saja...

97 tanggapan untuk “Tenaga Dalam, Nyata atau Omong Kosong?

  • 30 Juli 2011 pada 9:43 pm
    Permalink

    Saya punya pengalaman. Dulu waktu masih sekolah, dua teman saya bertengkar, salah satu saya tahu ahli kanuragan, sedang satunya lagi anaknya urakan. singkat kata ketika yang ahli kanuragan sedang berkonsentrasi, matanya di lempari pasir kali sama si urakan. Hasilnya dia menang, si jago kanuragan KLILIPEN

    Balas
    • 31 Juli 2011 pada 12:16 am
      Permalink

      pakto: Terima kasih dengan berbagi pengalaman. Sungguh apes sang pendekar teman anda itu…..
      Sebenarnya hal yang sama dapat kita lihat dalam turnamen Mixed Martial Arts yang beberapa tahun lalu pernah diadakan oleh TPI. Semua aliran beladiri boleh ikut, dari beberapa video profil peserta, ada yang memamerkan kemampuannya menghancurkan batangan besi. Di babak akhir, ternyata hanya atlet yang berasal dari beladiri dengan latar belakang grapling (gulat & kuncian) yang bertahan menyisihkan para ahli tendangan, pukulan dan tenaga dalam.
      D luar negeri, Ultimate Fighting Championship (UFC), juga menunjukkan hal yang sama. Di seri awal kejuaraan yang dikecam banyak pihak karena kebrutalannya, para atlet bertarung dengan tanpa batasan teknik atau sasaran apa yang boleh digunakan, tidak ada batas berat badan. Pada arena tersebut ahli ninjutsu, shaolin, karate, taekwondo, sumo, tinju; dihabisi oleh atlet-atlet dengan background gulat dan kuncian. Pada akhirnya juara dipegang oleh atlet Brazilian Jiujitsu yang fokus pada teknik-teknik gulat dan kuncian.

      Balas
  • 5 Januari 2012 pada 11:12 pm
    Permalink

    Sesungguhnya pertarungan yang sesungguhnya adalah “Tidak Ada Aturan”…. Mixed Martial Art seperti UFC dan sejenisnya, sekalipun full body contact, masih memakai aturan. Praktisi beladiri tingkat tinggi dengan tenaga dalam yang tinggi tidak akan mengikuti kompetisi tersebut. Karena resikonya adalah kematian. Seandainya ada yang beranggapan bahwa tenaga dalam itu hoax, coba saja tantang ahli tenaga dalam yang sudah tinggi ilmunya, bukan apa2 supaya bisa mengontrol pukulannya. Jangan yang baru belajar. Test aja langsung, jangan berteori, berasumsi dan beranalogi. Seorang ahli kanuragan tingkat tinggi akan menghindari perkelahian atau perseteruan, beda dengan yang baru belajar… dijamin hawanya panas ingin nyoba. Seseorang yang tenaga dalamnya sudah tingkat tinggi, tidak perlu konsentrasi yg lama untuk mematahkan 2 lapis per mobil, 2 lapis bantalan rel kereta api,… Kalau masih tetap penasaran bahwa tenaga dalam itu hoax dan nggak ada manfaatnya, coba aja tantang langsung guru besar MP, guru besar SP, guru besar Kalimasada. Kalau berani dan bisa menang… saya bisa percaya 100% bahwa tenaga dalam itu hoax. Jangan nantang murid2 nya yang baru belajar sebentar.

    Balas
    • 6 Januari 2012 pada 9:29 am
      Permalink

      @Ari: memang benar walaupun kelihatannya tanpa aturan, tetap ada aturan untuk menjaga keselamatan petarungnya, akan tetapi aturan itu hanya meliputi larangan menggunakan serangan-2 yg fatal, misalnya colok mata, tendang kemaluan, mencekik, dll. Mengenai pakai tenaga dalam atau tidak itu terserah.

      Anda menyarankan: test saja langsung, saya setuju. Tentunya dengan tes yang ilmiah dan terukur.
      Misalkan:
      # Uji sebuah per mobil dengan alat pengukur benturan. Berapa Newton (mungkin satuannya salah, mohon koreksi) benturan yg bisa ditahan per sebelum ia patah.
      # Uji kekuatan ayunan pukulan pesilat, berapa newton kekuatannya.
      # Bila per akan patah dalam benturan 1000 newton, sedangkan kekuatan pukulan pesilat 700 newton, maka berarti ada 300 newton yg disumbangkan oleh tenaga dalam supaya per bisa patah.
      # Bila kekuatan ayunan pesilat adalah 1200 newton misalnya, maka bisa jadi per tersebut patah oleh kekuatan fisik pesilat tersebut.
      # Dengan menghitung berat tubuh, massa otot pesilat, kita juga bisa melihat apakah pukulan 1200 newton itu masih dalam batas wajar tidak, atau merupakan hal diluar kewajaran yang bisa diklaim akibat tenaga dalam.

      Di sisi lain, banyak lembaga didunia ini yg menjanjikan hadiah sangat besar bagi siapa saja yg bisa membuktikan memiliki kekuatan supernatural/paranormal – tenaga dalam bisa masuk didalamnya. Salah satunya adalah tantangan James Randi di AS yg menjanjikan hadiah 1 juta dolar bagi siapa saja yg mau di uji kemampuan luar biasanya. Hadiah itu sangat besar, saya tidak yakin para pendekar itu akan menolak menerima hadiah itu atas pembuktian apa yg sebenarnya sudah mereka miliki.
      Salah satu yg gagal di tantangan James Randi adalah ilmu getaran MP (kemampuan melihat dgn mata ditutup) yg diuji menjelang pembukaan salah satu cabang MP di AS. Yang di uji bukanlah pesilat pemula melainkan salah satu pelatih yg biasa men-demokan kemampuan ini. Ada beberapa alasan dari MP untuk kegagalan ini, tapi yg jelas ilmu ini ternyata gagal dalam kondisi-kondisi tertentu, dan sayangnya kegagalan itu justru pada saat pengujian ilmiah ala James Randi.

      Balas
    • 22 Juni 2014 pada 4:06 pm
      Permalink

      hahaha, bukannya di pertarungan silat juga ada aturan ya? semua beladiri juga kalau saat bertanding ada aturannya, karena bertujuan untuk bertanding, kalau masalah colok mata tendang biji semua juga bisa. wah wah hebat ya para pendekar tenaga dalam? ko indonesia dijajah ratusan tahun sih?berlindung dibelakang khodam situ bangga? khodam lo gak bisa ngelindungin lo

      Balas
  • 27 April 2012 pada 8:07 am
    Permalink

    Jadi untuk apa belajar tenaga dalam di era modern?….
    Cari jodoh kali ya?.. wkwkwkwkwkwk

    Piye kabare Run… long time no see….

    Balas
    • 27 April 2012 pada 9:11 am
      Permalink

      @Dedy S. Halim: waadoohh.. sobat lama & sodara seperguruan mampir.
      Kabar? Alhamdulillah apik2 ae, sehat kabeh…, semoga awakmu sekeluarga juga.
      Jodoh seperguruan? Iku lak koncoku. Sing ideal: jodoh tekan perguruan sebelah.. ha.. ha..ha..

      Suwun cak kunjungane.

      Balas
      • 28 Oktober 2015 pada 8:51 am
        Permalink

        Kita hrs memahami dlu makna dan manfaat tenaga dlm itu sndri secara luas dan jngn dr sudut pandang yg sempit.Kalau mnrt sy tenaga dalam itu sendri adalah tenaga cadangan,energi ekstra yg sdh pasti dimiliki setiap orng.Mmng bnr tenaga ekstra itu keluar di saat2 tertentu tetapi dngn latihan yg bnr dan rutin energi ekstra itu dpt kita manfaatkan stiap saat.Sbg contoh mngkn dlm kondisi normal kita hanya mampu berlari sekian kilometer dgn sekian kecepatan.Tp beda cerita bila ada anjing yg mengejar2 kita yg ingin menyerang.Mngkn bagi yg sangat ketakutan dngn kejaran anjing itu tanpa disadari dia mampu berlari melebihi kemampuan dia berlari pd kondisi normal.Bahkan segala rintangan seperti tembok bs dilewati tanpa disadari.Tetapi hal itu bs saja kita lakukan setiap kita inginkan.Bahkan kemampun kita utk berlari itu bs saja bertambah apabila kita melatihnya dngn rutin.Kemampuan berlari tsb jg termasuk energi ekstra alias tenaga dalam yg mngkn kita mksd.Jdi kita hrs menilainya dr sudut pndang yg luas.Tenaga dalm itu jngn hanya dipandang dr hal2 yg berhubungan dngn kanuragan atau kesaktian.Bahkan lbh dr itu manfaatnya sngt besar sekali bagi kesehatan raga dan jiwa apalagi bila dlm melatihnya memenuhi aspek yg benar.Aspek olahraga,beladiri,seni,spritual,religius.

        Balas
  • 17 September 2012 pada 11:27 pm
    Permalink

    Asalamualaikum wr wb..
    Dalam setiap kegiatan memang perlu berkonsentrasi, tak hanya dalam penggunaan tenaga dalam, dibidang pertukangan, pemakaian Martil untuk memalu batang besi pun perlu konsentrasi. Konsentrasi diperlukan untuk penyelarasan tujuan dan pikiran untuk menuju satu titik. Pun sama halnya dalam pemakaian senjata secanggih apapun. Katakanlah Senapan laras panjang yang digunakan dalam menembah jarak jauh. Apakah dengan asal tembak, akan kena sasaran? perlukah penggunanya berkonsentrasi?
    Bahkan untuk hal yang sekiranya Fital seperti sholat pun perlu Konsentrasi, atau yang orang Muslim dikenal dengan istilah Khusyu’, Lha… Apakah maksud khusyu’ itu pak?? apakah yang terjadi bila sholat kita tidak khusyu’ ? mohon dipertimbangkan lagi..
    Suatu hal yang kita anggap tahu, mungkin ada yang lebih tahu, Mungkin yang kita tidak tahu, ada yang lebih tahu. Pada hakekatnya manusia itu terbatas pemikirannya, termasuk saya, anda, kita, ataupun kami.
    Cuma, Inti dari belajar tenaga dalam itu bukan untuk mencari musuh ataupun untuk (katakanlah) jadi jagoan.
    Kebanyakan ahli-ahli spiritual menggunakan Energi Chi-nya untuk keperluan yang lebih bermanfaat, Pengobatan misalnya, Kesehatan diri sendiri, banyak hal yang lebih bermanfaat daripada berkelahi ataupun merusak. tak ada yang nomor satu di Dunia ini, tak ada yang nomor terbelakang pula. Mohon dengan segala kekurangan kita, tidak ada lagi hati yang picik terhadap orang lain. mungkin pula yang kita anggap picik, lebih baik dari pada Kita. Salam Sejahtera bagi Semuanya.
    Waalaikumsalam wr wb

    Balas
    • 18 September 2012 pada 12:28 am
      Permalink

      @Angga: konsentrasi, fokus atau khusyuk memang diperlukan untuk mencapai hasil optimal dalam setiap kegiatan kita. Akan tetapi ilmu dan teknologi bisa mengambil alih hal-hal yang remeh sehingga membantu orang untuk fokus kepada hal-hal yang lebih strategis.

      Daripada khusyuk belajar ilmu kebal, lebih baik khusyuk belajar strategi penyerbuan modern. Untuk urusan kebal, bisa di atasi dengan jaket anti peluru kevlar.

      Terima kasih.

      Balas
  • 23 September 2012 pada 4:00 am
    Permalink

    Tenaga dalam cuma khayalan.

    Balas
    • 23 September 2012 pada 5:47 am
      Permalink

      @Hendi Is Haryadi Subandi: terima kasih komentarnya

      Balas
  • 12 November 2012 pada 6:54 pm
    Permalink

    saya senang berlatih tenaga dalam, saya ikut perguruan tenaga dalam yang pakai jurus2 yang diulang2, tapi perguruannya sudah gak aktif jadi latihannya sendiri saja. Gunanya TD kayaknya banyak deh walaupun yang penting pengendalian pikirannya(positif thinking). Saya bisa mengisi suatu benda atau tempat dan memberi program seperti yang saya inginkan misalnya jika ada yang menyerang akan terpental atau berputar2 atau malah jatuh, saya membuktikannya melalui diri saya sendiri ketika saya program seperti itu akan berefek sama seperti programnya.Cuma masalhnya saya tidak pernah benar2 menghadapi situasi dimana saya diserang orang yang benar2 berbahaya atau misal dikeroyok orang. Tapi saya yakin energinya benar2 ada dan saya bisa merasakannya.Plus gunanya TD bukan hanya itu tapi bisa dipakai unutuk membentengi diri dari kenegatifan orang lain atau lingkungan, juga untuk kita program untuk mendapat jodoh/pasangan juga orang yang menguasai TD ia menjadi awet muda. Saya juga jarang sekali sakit setelah ikut TD.
    Cuma yang paling berat adalah kita harus memprogramnya dengan yang baik2 karena jika tanpa sengaja kita memprogramnya dengan hal negatif(negativ thinking) maka kita akan mengalami penderitaan saya sudah merasakannya. Menurutku TD adalah suatu tenaga untuk mempercepat isi pikiran jadi kenyataan atau untuk meningkatkan getaran dan frekuensi pikiran kita sendiri.
    Jadi jika ada orang yang memiliki TD yang besar tapi senangnya memikirkan atau melakukan hal2 negatif itu namanya suicide(bunuh diri).
    Saya sedang memaki TD atau getaran tangan untuk memprediksi trading buy/sell sering benar tapi kadang juga bisa salah(nubie) Jadi TD gunanya di jaman sekarang bisa dipakai untuk pageran badan juga untuk cari uanng dengan mudah.Tuhan telah memberi manusia kemampuan yang sangat luarbiasa dan bisa dipakai untuk membuat kita sehat aman sejahtera. I LOVE GOD

    Balas
    • 13 November 2012 pada 5:14 am
      Permalink

      @Muhammad Sandy: terima kasih untuk berbagi pengalamannya dengan tenaga dalam

      Balas
  • 1 Februari 2013 pada 1:51 am
    Permalink

    “Tenaga dalam” hanya berlaku bagi yang percaya, bila percaya akhirnya tersugesti, dari hasil penelitian, orang2 yang terpental hanya yang mengikuti kegiatan tersebut/mempercayainya, yang tidak, tidak terpengaruh alias tidak ngefek (pernah diteliti oleh ahli fisika, pernah lihat di net geografi tentang tenaga dalam). Dari pengalaman juga, teman saya adalah guru TD pernah dikroyok 3 orang dan hasilnya buabak belur, tidak ada yang terpental sepertu pertunjukan2 dilatihan. Jadi mau percaya dengan tenaga dalam! Silahkan saja, itu hak masing2 orang. Kalau saya tidak he..he..tak tunggu artikel berkitnya mas

    Balas
    • 3 Februari 2013 pada 2:00 am
      Permalink

      Ya saya setuju. Sampai saat ini belum ada klaim-klaim tenaga dalam yang bisa dibuktikan dalam penelitian ilmiah yang serius.

      Balas
  • 23 Februari 2013 pada 1:51 am
    Permalink

    Jika yg dimaksud tenaga ‘dalam’ adalah tenaga supernatural, menurutku sih emang omong kosong. Kalau tenaga dalam ya memang ada, artinya tenaga dari dalam tubuh. Tenaga ini sangat tergantung pada energi/tenaga makanan yang masuk ke dalam tubuh sehingga membentuk kondisi fisik seseorang, latihan fisik yg akan membentuk otot2 makin kokoh dan perkasa, dan fokus ketika menggunakannya. Jika ingin menggunakan tenaga dalam ini optimal, pilihlah sasaran pada titik paling lemah: kalo mau mecahin balok kayu, batu bata yang dibentangkan pada dua titik tumpu pastikan mengenai titik tengah.

    Balas
    • 23 Februari 2013 pada 8:26 am
      Permalink

      @algebraaqsa: terima kasih triknya .. ๐Ÿ™‚

      Balas
  • 18 Maret 2013 pada 1:23 am
    Permalink

    di China banyak sekali orang yang berlatih Tai Chi, hampir di setiap taman terbuka, setiap pagi bisa dengan mudha di temukan. Ada satu aliran Tai Chi yang disebut ๆŽจๆ‰‹ Tui Shou (Pushing Hands).. Tui shou ini pun ada competition nya.. dan banyak ahli yang membuktikan bahwa pushing hands atau tui shou ini menggunakan medan magnet yang ada di dalam tubuh manusia dan dikombinasikan dengan medan magnet bumi ini.
    penjelasan ilmiah secara sederhananya adalah .. jika medan magnet, pada kutub yang sama (N-N) atau (S-S) maka akan saling tolak..itulah yang digunakan oleh pakar pushing hands untuk mendorong lawannya dengan tenaga yang sangat minim (bahkan tanpa menyentuh / body contact dengan lawan)
    untuk lebih lengkap nya pls click http://en.wikipedia.org/wiki/Pushing_hands

    bisa jadi pukulan jarak jauh yang dianggap menggunakan teknik tenaga dalam, sebenarnya hanyalah teknik pushing hands saja.

    adapun halnya dengan tenaga dalam itu sendiri, ada lagi yang disebut “Dan Tian” ไธน็”ฐใ€‚
    bagi yang mengerti Traditional Chinese Medicine (TCM), pengertian dan penguasaan terhadap Dan Tian ini adalah suatu keharusan, karena Dan Tian disebut sebagai pusat Energi Kehidupan (Life Force Energy). PEnguasaan yang sempurna terhadap DAn Tian inilah yang dipercaya sebagai penguasaan terhadap ilmu tenaga dalam.
    Untuk menguasai Dan Tian ini, menurut pakar Taichi, jika anda berjodoh dengan master yang tepat, maka anda tidak membutuhkan waktu yang lama (hanya beberapa bulan saja)

    KArena Sang MAster (“guru yang sakti”) .. hanya perlu “menotok” beberapa titik pada tubuh sang murid..trus diberikan arahan yang tepat… ehm.. katanya sich.. langsung mahir urusan TD tsb.

    Balas
    • 18 Maret 2013 pada 6:21 am
      Permalink

      @Joseph: saat ini sains merupakan bungkus yang paling ampuh untuk berbagai hal yang irasional seperti agama dan tenaga dalam. Para praktisinya berlomba-lomba untuk bisa mengaitkan apa yang mereka percayai dengan label “sesuai dengan sains” atau “dapat dibuktikan dengan sains”. Sayangnya klaim ini biasanya datang bukan dari komunitas sains yang punya kredibilitas tinggi.

      Untuk tenaga dalam halus, konsep medan magnet sering digunakan untuk menerangkan efek tolak-menolak yang dirasakannya, dan kalau tenaga dalam kasar anda bisa mendapatkan penjelasan dengan energi ATP ala Merpati Putih.

      Apakah ini benar sains atau pseudo-sains? Selama pernyataan ini belum keluar dari lembaga riset yang kredibel dan telah melakukan riset mengenainya secara serius; saya masih menganggapnya sebagai pseudo-sains.

      Balas
  • 21 Maret 2013 pada 2:37 am
    Permalink

    sebenarnya bukti nyata tentang tenaga dalam itu sudah ada didepan kita….. sayangnya mata kalian tertutup, ingat kerusuhan sara yang terjadi besar besaran di borneo…. para pendekar yang dari kampung dengan kepiawaiannya membuktikan bahkan jika kalian lmelihat angsung mugkin akan terkesiama karena mereka bisa membedakan mana lawan dan mana kawan,dan mengalahkan 10 orng hanya dengan sekali tebas..

    Balas
    • 21 Maret 2013 pada 5:59 am
      Permalink

      @Indra: ada foto, video yang sudah dianalisis?
      kalau hanya kata orang, bisa kumpulkan yang lebih dahsyat dari berbagai macam cerita silat….

      Balas
  • 21 Maret 2013 pada 8:05 pm
    Permalink

    Tenaga dalam! Udah berulang2 mertuaku berobat ke ahli tenaga dalam, bahkan berkecimpung di satria nusantara. Sampai sekarang nihil hasilnya. Bahkan konon bisa memberi tenaga dalam disekitar rumah biar maling tidak masuk, alhasil pencuri tetap saja masuk. Tetapi tetap saja mengaku memiliki tenaga dalam ha..ha.. Yang benar yang mana ini ya. Terserah pemabaca yang lainnya. Kalau saya tenaga dalam itu omong gombal. Kalau ada orang sembuh gara2 tenaga dalam itu hanya dikarenakan sugesti aja.

    Balas
  • 4 Mei 2014 pada 1:25 pm
    Permalink

    Baru nemu artikel ini, saya jadi tertarik comment soalnya di atas sempat disebut soal Genghis Khan dan pasukan Mongol. Memang dalam Catatan Sejarah, saya tidak menemukan Catatan Sejarah yg mengatakan pasukan Mongol mengenal ilmu kebal dsb. Tapi menariknya justru Catatan Sejarah mencatat bahwa pasukan Mongol pernah bertemu dgn lawan yg mempunyai ilmu kebal ๐Ÿ˜€

    Catatan Sejarah ini ditulis oleh Marco Polo, Marco Polo menceritakan bahwa dalam penyerangan pasukan Mongol ke Jepang di sana mereka sempat bertemu pendekar-pendekar jepun yg memiliki ilmu kebal. Marco Polo menuliskan sbb :

    ” … when the Khan’s people had landed on the great Island and occupied the open country as I told you, they stormed a tower belonging to some of the islanders who refused to surrender, and they cut off the heads of all the garrison except eight; on these eight they found it impossible to inflict any wound! Now this was by virtue of certain stones which they had in their arms inserted between the skin and the flesh, with such skill as not to show at all externally. And the charm and virtue of these stones was such that those who wore them could never perish by steel …”

    Marco Polo mencatat bahwa ada 8 orang pendekar jepun yg tidak mempan senjata tajam dan tidak terluka sedikit pun dalam peperangan tsb. Bahkan ketika seluruh garisun itu dihukum pancung ternyata ke 8 pendekar Jepun itu tetap tidak bisa dipenggal kepalanya. Setelah diselidiki ternyata 8 pendekar Jepun itu menggunakan susuk kebal yg dimasukan ke dalam kulit di tangan mereka. Susuk Kebal ini yg membuat 8 pendekar Jepun itu tidak bisa dilukai.

    Susuk Kebal ini pun juga sudah tercatat dalam Sejarah di Nusantara pada masa Majapahit. Orderic of Pordenone (1265-1331) pada tahun 1329 sempat datang ke Majapahit dan dalam perjalanannya ke China Pordenone mampir ke daerah yg disebutnya Tathalmasin jika dilihat dari namanya kemungkinan adalah Banjarmasin. Pordenone mencatat sbb :

    “Near to Java is another country called Panten, or Tathalmasin,[1] the king of which has many islands under his dominion. In this country there are trees which produce meal, honey, and wine, and likewise the most deadly poison in the world … There are other canes, called cassan … in these canes they find certain stones of wonderful virtue, insomuch, that whoever carries one of these about him, cannot be wounded by an iron weapon; on which account, most of the men in that country carry such stones always about them. Many of the people of this country cause one of the arms of their children to be cut open when young, putting one of these stones into the wound, which they heal up by means of the powder of a certain fish, with the name of which I am unacquainted. And through the virtue of these wonderful stones, the natives are generally victorious in their wars, both by sea and land.”

    Penduduk lokal di Tathalmasin ini dikenal sebagai pendekar yg hebat dalam pertempuran baik di laut maupun darat. Dan kehebatan ini berdasarkan Catatan Pordenone disebabkan karna penduduk Tathalmasin ini dari kecil sudah biasa menggunakan susuk kebal.

    Sedangkan prajurit Srivijaya (San-fo-qi), tercatat dalam Catatan China yg ditulis oleh Chou Ku-fei juga memiliki semacam ilmu kebal. Chou Ku-fei dalam bukunya Ling-wai-tai-ta sbb :

    “San-fo-qi is in the Southern Sea. It is the most important port of call on the sea routes of the foreigners, from the countries of She-po on the east and from the countries of Ta-shi (Arabs) and Ku-lin on the West, they all pass through it ontheir way to China … The country has no natural products, but the people are skilled in fighting. When they are about to fight, they cover their bodies with a medicine shich prevents swords wounding them. In fighting on land or on water none surpass them in impetuosity of attacks …”

    Catatan Portugis pun mencatat adanya beberapa pendekar yg memiliki ilmu kesaktian seperti ini. Misalnya dalam Catatan Albuqueruqe tercatat bahwa dalam salah satu pertempuran laut ketika akan menyerang Malaka, salah satu kapten kapal yg diserang oleh Albuqueruqe ternyata tidak bisa dibunuh walaupun tubuhnya penuh dgn luka tapi ternyata luka tsb sama sekali tidak mengeluarkan darah sampai akhirnya kapten kapal tsb ditangkap karna kelelahan dalam pertarungan panjang. Setelah diselidiki dari awak buah kapal diketahui bahwa kapten kapal itu menggunakan gelang Jimat. Jimat itu kemudian diambil oleh Albuquerque dan dijadikan hadiah bagi Raja D. Manuel (Raja Portugis).

    Jadi cukup banyak Catatan Sejarah yg menyatakan keberadaan ilmu-ilmu seperti ini.

    Balas
    • 4 Mei 2014 pada 11:23 pm
      Permalink

      @Ratna: menarik sekali beberapa catatan sejarah yang anda sampaikan perihal laporan kekebalan di masa yang lalu. Ada beberapa catatan kritis yang saya sampaikan:

      • Kisah kekebalan tersebut terjadi pada situasi dimana parameter kontrol untuk peristiwa tersebut tidak ikut dilaporkan. Parameter tersebut misalkan apa benar mereka terkena senjata secara telak, kondisi senjata, kondisi emosional saat pelaporan peristiwa tersebut.
      • Di Indonesia sendiri, kita juga bisa melihat demo kebal pada atraksi debus atau acara sulap modern. Pada peristiwa tersebut para pelaku telah mempersiapkan setiap faktor yang tidak banyak kita ketahui.
      • Secara akal sehat, jika kemampuan itu ada, pasti menjadi incaran militer karena kegunaan praktisnya dalam perang. Pasukan dengan anggota kebal pasti memperoleh kemenangan melawan pasukan biasa. Kenyataannya tidak, saat ini tidak ada satupun pasukan modern berlatih kekebalan. Dimasa lalu, pasukan Banten yang ahli debus sama sekali tak berdaya menghadapi pasukan Belanda
      • Saat ini belum ada pembuktian lewat metode ilmiah bahwa kemampuan kebal itu nyata
      Balas
      • 4 Mei 2014 pada 11:58 pm
        Permalink

        Saya rasa parameter kontrol dari peristiwa tersebut dilaporkan secara cukup jelas, khususnya oleh Marco Polo dimana dinyatakan bahwa :

        “… the islanders who refused to surrender, and they cut off the heads of all the garrison except eight; on these eight they found it impossible to inflict any wound! ”

        Parameter yg diberikan oleh Marco Polo sangat jelas bahwa ini adalah peristiwa yg terjadi dalam situasi peperangan yg sebenarnya – dimana akhirnya 8 pendekar jepun ini ditangkap oleh pasukan Mongol dan ketika hendak dihukum mati ternyata tidak mempan dipancung kepalanya. Dan setelah mengetahui bahwa 8 pendekar ini memiliki ilmu kebal, kemudian Marco Polo menuliskan sbb :

        “So when the Barons learned this they ordered the men to be beaten to death with clubs. And after their death the stones were extracted from the bodies of all, and were greatly prized.”

        Walaupun mereka kebal senjata tajam bukan berarti mereka kebal hantaman benda tumpul bukan ๐Ÿ˜€

        Sedangkan dalam Catatan Portugis parameternya juga jelas yaitu dalam situasi pertempuran sesungguhnya. Tapi punya ilmu kebal tidak berarti punya stamina yg tak terhingga iya kan ? – toh akhirnya kapten kapal itupun kelelahan.

        Jadi parameternya adalah situasi peperangan yg sesungguhnya, dengan kondisi senjata yg dimiliki pasukan Mongol dan Portugis pada saat itu. Oya satu hal lagi – jangan beranggapan bahwa memiliki ilmu kebal berarti anda akan menjadi tak terkalahkan.

        Saya menulis comment ini karna anda mengatakan TIDAK ADA catatan sejarah tentang Ilmu Kebal dsb (dalam bahasa anda … ups ternyata tidak ๐Ÿ˜€ ) – pada kenyataannya cukup banyak Catatan Sejarah tentang keberadaan ilmu semacam ini.

        Balas
        • 5 Mei 2014 pada 12:04 am
          Permalink

          @Ratna: terima kasih atas koreksinya. Dari masukan anda, ternyata memang ada catatan sejarah tentang ilmu kebal dalam sejarah.

          Balas
  • 5 Mei 2014 pada 1:07 pm
    Permalink

    Waduh2 kok sampe2nya Indonesia di jajah 350 tahun ya, padahal pendekar nya kebal2. Hak habis pikir tuh pendekar yang kebal wkwk

    Balas
  • 11 Mei 2014 pada 6:01 am
    Permalink

    Yaaaah…..setiap orang boleh berpendapat…. Yang nekuni tenaga dalam gak usah ill feel kalo ada yg gak percaya…. Toh yang bisa merasakan manfaatnya kan yang menekuni itu sendiri. Mereka yg gak bisa merasakan ato membuktikan keberadaan TD yaa wajar kalo gak percaya malah menuding sebagai takhayul ato mengada-ada…. Dunia diciptakan berpasangan, kalo ada yg percaya maka sisanya gak percaya…

    Balas
    • 11 Mei 2014 pada 8:33 am
      Permalink

      @Helmim: setuju, dalam masalah berpendapat siapapun boleh berpendapat apapun.

      Yang menjadi masalah bila pendapatnya digunakan untuk tindakan yang merugikan orang lain. Contoh yang nyata adalah penipuan dari para dukun, orang pintar, kiai atau ahli tenaga dalam yang mengaku bisa menyembuhkan penyakit ini-itu, membantu mengatasi masalah ini-itu dan ujung-ujungnya menguras duit orang-orang yang percaya dan datang padanya untuk mencari kesembuhan atau memecahkan masalah pribadi mereka.

      Kebanyakan korbannya adalah orang-orang yang tak kritis, berpendidikan rendah dan secara ekonomi tak mampu datang ke pemecah masalah yang rasional (dokter, ahli kejiwaan, dan professional modern lainnya)

      Balas
    • 15 Mei 2014 pada 6:11 am
      Permalink

      @Djoko Wiseno: kebal tembak, trik sulap, polisi ketakutan sendiri nembaknya atau lainnya? yang jelas akhirnya roboh juga.

      Ini seperti acara pemburu hantu, dunia lain atau acara hantu-hantuan di TV, laporan verbal mendominasi informasi visual yang minim. Apakah yang terjadi sesuai dengan informasi verbal tersebut? kita tak tahu.

      Balas
    • 22 Juni 2014 pada 4:10 pm
      Permalink

      @Djoko; itu bukan tenaga dalam tapi orang yang memakai khodam jin, apapu agama mas, percayalah jin gak bisa melindungi, jika situ maksa saya bersedia membuktikan, gak cukup bukti ya melihat negara ini di jajah ratusan tahun, kemana tuh para pendekar yang bertenaga dalam dan berlindung pada jin?

      Balas
  • 30 Oktober 2014 pada 8:09 am
    Permalink

    Dulu saya punya temen SMA katanya punya ilmu kebal dia udah sering dibacok-bacok sama orang tapi kebal.
    pada suatu hari temen ane tawuran di rel kereta api tanpa melihat kebelakang kemudian dia tertabrak kereta api, ternyata meninggal di tempat juga, aneh nya kalo kebal koq bisa meninggal di tabrak kereta api..

    Balas
    • 30 Oktober 2014 pada 2:57 pm
      Permalink

      @Jack: wah tragis, seperti para pendekar sakti kita yang tak mampu mengusir penjajah yang gak sakti sama sekali…

      Balas
  • 30 Oktober 2014 pada 9:13 pm
    Permalink

    Memang lucu. Selama kita masih fokus pada agama maka kita tetap akan percaya dengan hal2 yang tidak bisa diklarifikasi, kekebalan, dedemit, malaikat, jin dll. Semua memang sengaja didoktrin untuk mempercayai dengan hal yang goib tersebut wkwkwkw.

    Balas
  • 31 Desember 2014 pada 7:25 am
    Permalink

    setau saya, orang jaman dahulu bukannya memang punya ilmu2 sprti itu? contoh, gajah mada punya ilmu lembu sekilan, yg bisa bikin badannya kebal sejengkal kedalam tubuhnya
    setau saya sih

    Balas
    • 31 Desember 2014 pada 7:48 am
      Permalink

      @Putra: lembu sekilan dan berbagai macam ilmu kesaktian masih ada kok sampai sekarang. Kalau anda akrab dengan komunitas silat atau penggemar mistik, banyak cerita luar biasa tentang para pendekar mereka.

      Apakah nyata? Sayangnya berbagai ilmu kesaktian ini sama sekali tak muncul dalam kompetisi antar aliran silat, mixed martial arts atau pertempuran sebenarnya.

      Balas
  • 1 Januari 2015 pada 6:36 am
    Permalink

    Ilmu ilmu kebal iu ilmu ilmu katanya…kata orang2 saja…bener mas Judhi…ilmu kebal gak bisa dibuktikan di dunia nyata.Kalau banyak orang sakti dijaman tempo doeloe kenapa Belanda lama banget bercokol di Indonesia sampai Jepang datang mengusir mereka.Kenapa gak disantet saja Belanda2 itu, atau orang yang sakti sakti dgn ilmu kanuragan tsb duel dengan Belanda.
    Sekarang jaman IPTEK, kuasai IPTEK, buat koridor agar Indonesia KEBAL terhadap serangan apapun dari luar.

    By the way.Selamat kepada TIM BASARNAS yang didukung dengan segenap jajaran TNI/POLRI, masyarakat luas, negara sahabat, disertai dengan manajemen dan leadership yang baik , penguasaan IPTEK yang baik, telah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat AIR ASIA dalam waktu tiga hari.Semoga operasi Evakuasi berjalan lancar dan semua korban dapat ditemukan dan diidentifikasi dgn baik.

    Ucapan Duka Cita yang dalam kepada semua korban semoga arwah korban yang meninggal damai disisi Nya dan secercah harapan semoga masih ada yang selamat, dan keluarga serta handai taulan yang ditinggalkan diberi ketabahan.

    SELAMAT TAHUN BARU 2015 , semoga di tahun yang baru ini Indonesia menjadi lebih baik.

    Balas
  • 27 April 2015 pada 9:24 pm
    Permalink

    Pangeran Diponegoro yang dibilang tukang hilang,kebalah…di tangkap sama Pasukan Tulungan dari Manado pimpinan Groot Major Hermanus Dotulong yang terkenal sakti.
    Ada beberapa yang ditangkap tentara dari Manado,selain Diponegoro yang kesaktiannya dilucuti di Manado,Kyai Maja dan Tuanku Imam Bonjol…sedangkan Si Singamangaraja yang dikenal kebal air ditembak dengan peluru emas sebelum masuk air oleh tentara KNIL asal Manado. Banyak kesaktian orang Manado yang dipakai oleh Belanda dalam politik Devide et Empera.

    Balas
  • 30 Juni 2015 pada 10:13 am
    Permalink

    komentar-komentar ttg tenaga dalam atau kekebalan ada yang berbobot tapi banyak juga yang asal bunyi ha ha. Kalo mau membuktikan ada atau tidak pergi aja ke tanjung priok atau ke banten atau sukabumi atau manapun yang memeang ada jagoannya. tantang mereka. soal martial arts tidak bisa diselesaikan dengan OMDO alias omong doang. Pengerahan ilmu berkelahi baru terbukti bila berkelahi betulan. Karena perkelahian adalah zona mati-hidup seseorang…nggak ada aturan..satu satunya aturan : “kamu atau saya yang mati!!!!”. Sama dengan balapan motor nggak mungkin diselesaikan dengan ngomong doang ha ha Untuk jaman sekarang ada nggak gunanya?…buat yang sering keluar malam dan di wilayah rawan yaa pasti ada gunanya…bukan soal modern atau tidak. Kita kan nggak mungkin bawa senjata tajam atau api (hukum pidana). Saya tidak pernah belajar tenaga dalam, tapi saya pernah berkelahi dengan orang yang mahir tenaga dalam dan saya punya/menemukan cara mengatasinya. Naah itu , kalau orang suka berkelahi pasti ngulik….semua ilmu berkelahi juga ada kelemahannya. kalau kita bisa menemukan yaa berarti orang yang bersangkutan sama dengan tidak mempunyai keuntungan dari ilmu tersebut.Makin sering berkelahi semakin canggih anda menghadapi lawan. Yaa seperti yang saat ini kalian lakukan semakin sering OMDO…semakin ahli anda untuk OMDO….ngomong asal bunyi ha ha ha

    Balas
    • 30 Juni 2015 pada 10:39 am
      Permalink

      @A. Chandra: memang benar pengujian sebenarnya tenaga dalam adalah dalam pertarungan sebenarnya.

      Untuk itu sudah ada laga Mixed Martial Arts (MMA) dimana segala macam beladiri boleh bertarung, pakai tenaga dalam atau tidak terserah. Di tingkat dunia saat ini hanya petarung-petarung dengan teknik grapling (kuncian) yang mendominasi juaranya, di tingkat lokal juga sama.

      Kalau anda ikuti seri-seri awal UFC yang benar-benar tanpa ada batasan berat badan dan sasaran serangan, anda akan melihat petarung Shaolin yang terkenal dengan tenaga dalamnya tak berkutik menghadapi bantingan dan kuncian. Kalau anda lihat TPI Championship anda akan melihat pesilat dari berbagai perguruan tenaga dalam juga tak bisa menunjukkan apa hebatnya tenaga dalam mereka dihadapan para pegulat.

      Kalau anda pikir tenaga dalam itu gak keluar dalam arena MMA karena itu bukan pertarungan hidup-mati, maka ada contoh pertarungan hidup-mati yang paling nyata: perang!.

      Dalam sejarah perang, tak ada sama sekali nilai tambah tenaga dalam dibanding perlengkapan prajurit, strategi dan daya dukung logistik pasukan.

      Jadi hebatnya tenaga dalam sejauh ini hanya dalam pertunjukan atau kisah dari mulut ke mulut saja.

      Balas
  • 13 Juli 2015 pada 10:37 pm
    Permalink

    Mempelajari bela diri jauh lebih baik brow dibanding koarยฒ didunia maya,
    1.saya mempunyai banyak teman ataupun saodara
    2.olah raga
    3.mengenal salah satu budaya indonesia
    4.mengerti sejarahnya
    TRIMAKASIH buat baju baja & martilnya,

    Balas
    • 14 Juli 2015 pada 1:30 am
      Permalink

      @Raden Sahid: tiap orang tentu punya ukuran dan selera sendiri tentang apa yang lebih baik bagi dirinya.

      Bagi beberapa orang, dengan nggosok akik bisa dapat lebih banyak teman daripada latihan tenaga dalam.

      Yang lainnya mikir jadi cosplay orang arab bisa dapat surga, jadi lebih baik brow daripada mengejar dongeng tenaga dalam. ๐Ÿ™‚

      Balas
      • 14 Juli 2015 pada 1:44 am
        Permalink

        Tenaga dalam bukan dongeng brow,
        Kopassus indonesia telah membuktikan tentang andanya tenaga dalam bukan hanya itu, ada sejumlah padepokan diindonesia jg telah membuktikan adanya tenaga dalam, contohnya MERPATI PUTIH & CIKALONG,
        Trimakasih Salam damai

        Balas
        • 14 Juli 2015 pada 7:44 am
          Permalink

          @Raden Sahid: benar, para anggota perguruan silat dan kopassus percaya bahwa tenaga dalam itu ada.

          Tapi pertarungan mixed martial arts dan perang membuktikan bahwa tenaga dalam itu tak berguna dalam pertarungan yang serius.

          Balas
          • 14 Juli 2015 pada 10:41 am
            Permalink

            Ok lanjut,
            Tenaga dalam itu bukan cuma satu,
            Tahan gebukan,tahan bantingan atau sebaliknya itu dinamakan tenaga dalam,
            Perang
            Kalau saat ini jamannya Perang mungkin akan sangat berguna,
            Jadi baju baja dan martil jangan dibandingkan dngn tenaga dalam.
            Salam Damai

          • 14 Juli 2015 pada 2:08 pm
            Permalink

            @Raden Sahid: kalau suasana yang cocok untuk melihat guna tenaga dalam adalah masa perang, maka tentu di wilayah Timur Tengah akan bisa kita dapati contoh penggunaan tenaga dalam di sana.

            Saya tak melihat itu di Palestina, Iraq, Suriah, Yaman dan sebagainya.

          • 16 Juli 2015 pada 11:22 am
            Permalink

            betul, saya juga nunggu juara ufc dari praktisi tenaga dalam indonesia. tapi sampai ufc 189 belum ada tuh.

        • 16 Juli 2015 pada 11:27 am
          Permalink

          di youtube kan ada tuh pertarungan antara kiai master vs mma fighter. di video sebelumnya kiai master mampu menaklukan puluhan “muridnya” tanpa menyentuh. tonton saja apa yang terjadi dengan kiai master saat berhadapan dengan petarung mma beneran.

          Balas
  • 14 Juli 2015 pada 5:47 pm
    Permalink

    Anda lihat perang cuma dilayar tivi,
    Tentu anda tdk melihatnya
    Tapi semua itu terserah anda
    Saya jg ngga rugi anda prcya atau tidak.
    Sekian

    Balas
    • 14 Juli 2015 pada 8:18 pm
      Permalink

      @Raden Sahid: nggak apa-apa kok punya pendapat beda.

      Anda percaya pada hebatnya tenaga dalam, walaupun tak bisa menunjukkan pada saya bukti aplikasi nyatanya yang bisa dilihat semua orang.

      Kalau bagi saya, sebuah klaim bisa dipercaya hanya kalau bisa dibuktikan. Klaim sederhana – bukti sederhana ; klaim luar biasa – bukti luar biasa. Cuma itu saja kok ๐Ÿ™‚

      Balas
  • 19 Agustus 2015 pada 4:52 pm
    Permalink

    Assalam alaikum, semoga kita, saya dan anda semuanya mendapat petunjuk dari Allah, Tuhansemesta alam yang memiliki segala ilmu dan memberikannya kepada siapa saja yang dikehendakinya.
    Saudaraku, janganlah kita beradu pendapat yang arahnya menghinakan yang lain, karena sesungguhnya hanya Allahlah yang berhak memberi apapun yang mau Ia berikan.
    Seperti halnya yang kita sebut tenaga dalam. Coba anda amati dengan telit, apa itu tenaga dalam., itulah tenaga yang tidak masuk di akal kita, itulah tenaga yang nyata, itulah tenaga yang tidak dipercaya, itulah pula tenaga yang disombongkan oleh pemiliknya atau sebaliknya menjadikan si empunya tenaga dalam itu seorang yang rendah hati dan senang memberi tanpa meminta imbalan, pendek kata, kita hanya bisa berkata atas apa yang tertangkap oleh panca indera kita.
    Sesungguhnya maha besar Allah yang memiliki segala ilmu. Kita tidak akan menjadi mahluk sakti atau memiliki segala kelebihan tanpa ijin dari Allah.
    Manusia bisa belajar dan menguasai berbagai ilmu tapi ilmu tertinggi hanyalah sebatas usia manusia itu sendiri.
    Di atas langit masih ada langit, setelah alam dunia masih ada alam kematian dan setiap manusia akan ditanya pada saat itu tentang apa saja perbuatannya, apa tujuannya, dan apa dasarnya.
    Jadi wahai manusia belajarlah untukmendekatkan diri kepada Allah, melalui ilmu tenaga dalam ataupun ilmu laainnya. Dan jauhilah syaithon, yang mengelabui manusia dari kenyataan.
    Dengan atau tanpa tenaga dalam manusia berusaha menjalani kehidupannya untk menjadi manusia yang berarti bagi dirinya, keluarganya, dan lingkungannya.
    Wassalam

    Balas
    • 19 Agustus 2015 pada 9:08 pm
      Permalink

      @Triyanto Hari Nugroho: jaman sekarang kok ngomong saja berbelit-belit.

      Anda bisa tunjukkan bukti tenaga dalam nggak? kalau nggak, ya berhentilah berceramah. Bosen ๐Ÿ™‚

      Balas
      • 20 Agustus 2015 pada 12:08 am
        Permalink

        anda boleh gak percaya karena memang tenaga dalam bukan untuk kepercayaan, apakah anda berniat melunturkan unsur tenaga dalam ? atau hanya sekedar tidak bisa memahami tenaga dalam ? Ilmu beladiri yang berkembang di Indonesia umumnya memang tidak terlepas dari adanya unsur tenaga dalam.

        Mengenal Getaran Merpati Putih

        Getaran merupakan salah satu cabang keilmuan yang ada di PPS BETAKO MERPATI PUTIH. Getaran sendiri mempunyai arti mendeteksi suatu benda (benda mati/hidup) dengan cara mengenali/merasakan energy yang ditimbulkan oleh benda itu atau mengenali bentuk, warna, tekstur, arah, kecepatan, volume, dan komposisi berbagai objek tanpa menyentuhnya dan dalam keadaan mata tertutup. Kadang ada yang mepresepsikan bahwa getaran adalah dapat melihat / tembus pandang dengan keadaan mata tertutup. Namun presepsi seperti itu kurang tepat. Metode getaran dapat diaplikasikan ke dalam peragaan yang menarik seperti pematahan/pemecahan benda keras(:seperti dragon, beton cor, es balok, dll), mengendarai motor/sepeda/mobil dengan mata tertutup, membaca dengan mata tertutup, menebak bentuk/warna suatu benda dengan mata tertutup, mencari seseorang dengan keadaan mata tertutup. Bahkan jika sudah melewati tingkatan tertentu seorang anggota Merpati Putih juga dapat mengaplikasikan getaran untuk mendeteksi radiasi nuklir seperti yang sedang dikaji metodenya oleh BATAN.

        Menurut pernyataan Ir Surato M.Sc. tentang Tenaga Getaran ini pada tabloid Bola yang terbit tahun 80-an. Ir Surato M.Sc. yg bekerja untuk BPPT ini mengatakan :

        โ€œJadi dengan mengirim getaran lewat tangan, kaki atau kepala. Kita akan mempengaruhi susunan molekul pada benda-benda yang akan kita patahkan. Pada saat molekul pada garis yang kita jadikan sasaran itu berada dalam kondisi labil, maka sasaran itu kita hantam. Yang penting bukan kekuatan pukulannya tetapi momentumnyaโ€

        Pada Markas Polisi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Mapolda MetroJaya) getaran Merpati Putih diujicobakan untuk mendeteksi narkoba yang disembunyikan pada mobil, kantong perorangan, lemari, dan banyak tempat. Hasilnya, pesilat berhasil menunjukkan dengan sempurna lokasi penyimpanan narkoba tersebut. Belum lama ini (2009), bekerja sama dengan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, getaran Merpati Putih digunakan untuk mendeteksi kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) di sepanjang Ciliwung. Tahun 2010 sedang diupayakan kerjasama dengan Palang Merah Internasional untuk masuk di dalam tim bantuan pencarian korban bencana alam. Bahkan PPS BETAKO Merpati Putih tercatat sebagai pemegang rekor Museum Record Indonesia (MURI), saat 11 orang pesilatnya melakukan aksi tutup mata dari Istana Bogor hingga Balaikota DKI. Aksi yang menempuh perjalanan sejauh 60 km itu bisa dilakukan secara lancar.

        Ilmu Merpati Putih No sihir, No Klenik, No Mantra :

        Merpati Putih menggunakan tenaga dalam asli manusia, dengan permainan napas. Pada orang biasa, tenaga asli tersebut dapat dilihat dan digunakan hanya pada saat orang bersangkutan dalam kondisi terdesak saja. Misal: melompat pagar saat anjing mengejarnya di jalan yang buntu. Dalam keadaan kembali normal / tidak terdesak, orang tersebut serasa tidak percaya telah melompati pagar yang tinggi tersebut. Maka di dalam Pencak Silat ini, bagaimana menggunakan tenaga ekstra asli manusia tersebut pada saat normal, kapanpun dan dimanapun.

        Beberapa tahun belakangan, ilmu tenaga dalam Merpati Putih yang mengandung energi dan getaran ini telah diselidiki lebih jauh secara ilmu pengetahuan dan dikembangkan juga untuk pengobatan serta untuk kepentingan orang tuna netra, agar mereka bisa membaca, membedakan dan mengenali warna serta dapat mempermudah segala aktivitas lainnya sehari-hari.

        Jadi No Tipu, No Sihir, No Mantra, Ilmu beladiri ini sudah ada sejak jaman kerajaan Mataram belum terpecah (Mataram Solo dan Jogja) namum saat itu hanya diperuntukan untuk kalangan keluarga keraton dan organisasi ini baru didirikan Tahun 1963. Malah kalau ada yang pake โ€œIsianโ€ / Susuk/ Atau Jin terus ikut latihan MP biasanya bawaannnya pada mental dan hilang . Karena teknik latihan MP akan menghasilkan Energi yang berlawanan degan hal-hal seperti itu. Pada saat saya latihan ada teman latihan saya yang waktu latihan olah pernapasan tubuhnya jatuh dan mental kebelakang tanpa dia sadari. Setelah ditanya oleh pelatih saya ternyata dia pernah menggunakan โ€œisian/ cekelan(bhs jawa)โ€, tapi Alhamdulillah setelah ikut latihan di MP โ€œcekelanโ€ yang dia miliki sudah tidak ada. Dengan segala Kerendahan Diri Mohon Maaf Bukannya Saya Mau Sombong (Karena Katanya Pak Ustad Sifat Sombong Hanya Milik Allah SWT).

        masih ragu ? Datangi saja MAPOLDA METRO JAYA, BPPT,

        Mestinya anda buat pengujian ilmiah dan bekerja sama dengan instansi terkait untuk menguji semua tenaga dalam. Saya sangat mendukung. terutama untuk membuktikan apakah benar semua itu tenaga dalam atau hasil klenik, sihir, sulapan, tipuan,
        Jangan cuma ngumbar omongan, opini, debat kusir, dll – dll.

        Saudara, Perguruan silat Merpati Putih akan sangat senang menyambut kedatangan anda.

        INI TANTANGAN………. buat Anda khususnya.

        Balas
        • 20 Agustus 2015 pada 7:43 am
          Permalink

          @Triyanto: jadi anda bisa menunjukkan “bukti” tentang tenaga dalam Merpati Putih berupa demonstrasi dan pernyataan Ir Surato di tahun 80 (lama benar).

          Apakah itu cukup meyakinkan? tidak.

          Kalau demonstrasi, rasanya ada banyak pesulap yang mampu melakukan hal aneh-aneh di depan umum. Apakah bisa membuat orang percaya bahwa pesulap itu memang sesakti itu? kan nggak.

          Kalau pernyataan satu-dua orang bergelar ilmuwan, itu belum bisa disebutkan sebagai bukti ilmiah.

          Ada beberapa proses yang harus dilalui sebelum suatu klaim disebut ilmiah.

          Salah satunya adalah peer review, yaitu evaluasi dari ilmuwan lain dalam bidang yang kompeten terhadap klaim itu. Misalkan diuji melalui penelitian yang terkontrol. Saya yakin belum ada perguruan tenaga dalam yang sudah melalui tahap ini.

          Untuk undangan untuk datang sendiri ke MAPOLDA METRO JAYA, BPPT; kok seperti cara orang kuno membuktikan sesuatu ๐Ÿ™‚ . Kalau memang yakin dengan tenaga dalamnya, ya yang percaya harus aktif membuktikannya, bukan yang tak percaya. Silakan saja undang LIPI atau lembaga riset perguruan tinggi untuk melakukan uji ilmiah tenaga dalam ini. Biarkan mereka yang ahli merancang metodologi ilmiah yang tepat untuk itu.

          Lagi pula apa aman datang ke undangannya itu?
          Jangan-jangan saat saya bertanya, yang ditanya sudah menyiapkan pukulan pasir besinya untuk pertanyaan yang nyeleneh, sementara di belakang ada dua orang yang bersiap melakukan sirkel atas dan jlontrotan untuk saya?
          Masak untuk menunjukkan bahwa saya tidak terintimidasi, saya harus melakukan garuda benteng dulu dan bertanya dalam posisi menggunakan leyek depan? ๐Ÿ™‚

          Balas
  • 24 Agustus 2015 pada 1:14 pm
    Permalink

    yang jelas hasil penelitian itu sudah ada… dan anda sendiri belum menunjukkan bukti empiris apakah tenaga dalam itu benar – benar ada ataukah hanya omong kosong. Kalau saya pernah bertanya pada beberapa ustad. Ada tenaga yang dari bantuan bangsa jin. ada tenaga yang dihasilkan dari olah tubuh (olah raga seperti di fitnes centre), yang pasti selama ada latihan akan ada tenaga, baik itu nyata (ilmiah ) ataupun tidak nyata ( semacam sulap ). Yang kita perlukan di sini adalah bukti nyata hasil penelitian. Kalaupun anda pernah belajar di perguruan merpati putih, tentu anda akan lebih mengetahui proses pelatihan dan merasakan sendiri efek pelatihan itu. Apakah kalau itu anda rasakan nyata ( bukan khayalan dan juga bukan kesurupan ) anda tetap akan membantahnya ?
    Saudaraku, ilmu beladiri bukanlah untuk jadi jagoan serba kuat ataupun hebat, anda tahu sendiri bahwa setiap usaha peningkatan power adalah untuk memperkuat fisik dan jiwa secara pribadi. Bukan untuk PERTUNJUKAN. MENANG – MENANGAN. SIAPA LU SIAPA GUE. tidak kan ????
    Apakah dengan diskusi semacam ini anda hanya mau membantah budaya bangsa kita yang dari dulu memang percaya pada adanya tenaga dalam ??
    Apakah anda memang mau jadi ilmuwan yang pertama bisa membuktikan ” INILAH BUDAYA BANGSA YANG ILMIAH DAN NYATA ” kepada dunia, sehingga nama anda terkenal seperti ” saya lupa namanya, ada satu lembaga penguji tenaga dalam, yang tujuan akhirnya memberitakan nahwa tenaga dalam itu bohong belaka… hahh ????

    Balas
    • 24 Agustus 2015 pada 2:12 pm
      Permalink

      @Triyanto: yang saya tahu dari beberapa perguruan silat memang baru Merpati Putih yang punya klaim ilmiah. Ir Suroto, getaran molekul, tenaga ATP, dipilih Kopassus dan sebagainya yang selalu disodorkan ketika orang bertanya tentang bagaimana ilmiahnya Merpati Putih. Akan tetapi itu konsumsi orang awam. Ketika ditanya metodologi penelitiannya bagaimana? sudah diverifikasi oleh ilmuwan mana? lembaga riset mana? saya yakin anggota Merpati Putih sendiri belum pernah dengar.

      Tapi mungkin saya salah, bila memang penelitiannya itu memang ada, tentulah itu tugas humas Merpati Putih untuk menyebarkannya. Saya yakin dengan informasi tersebut, makin banyak yang akan tertarik menjadi anggota.

      Hasil ilmiah itu yang berguna untuk menunjukkan bahwa benar ada tenaga dalamnya, dan bukan hanya sugesti belaka.

      Balas
  • 24 Agustus 2015 pada 1:34 pm
    Permalink

    Fatwa Persatuan Islam (Persis) tentang Tenaga Dalam

    Posted on Desember 23, 2012 Updated on Januari 16, 2013

    Logo_persis

    Fatwa Persatuan Islam tentang Tenaga Dalam:

    Kekuatan tenaga dalam (daht) sebagai hasil pelatihan yang maโ€™qul (masuk akal) adalah boleh.

    Mafhum mukhalafah (pemahaman terbalik) dari poin ini adalah โ€œtenaga dalam hasil pelatihan yang tidak masuk akal adalah terlarangโ€.

    Dalam pemahaman Hikmatul Iman, Tenaga Dalam memungkinkan seseorang berubah wujud menjadi manusia energi, mengubah kayu menjadi ular, atau membelah bulan. Konsep latihannya dengan mengoptimalkan energi dari ATP dan mengikis membran luar mitokondria. Baik dari pemahaman maksud cara latihannya, keduanya tidak masuk akal dan tertolak oleh ilmu sains saat ini. Tidak ada satu pun rujukan ilmiah yang membenarkan klaim ini. Dalam pandangan Hikmatul Iman, Tenaga Dalam juga mereka kaitkan dengan mukjizat para nabi dan rasul. Dikatakan bahwa mukjizat adalah bentuk kesempurnaan Tenaga Dalam. Dengan mengacu pada fatwa Persis ini, bisa kami simpulkan bahwa Tenaga Dalam versi Hikmatul Iman terlarang.

    Tapi, tidak menutup kemungkinan ada Tenaga Dalam versi lain yang diperbolehkan, yaitu yang masuk akal sesuai dengan kriteria fatwa ini. Jika Tenaga Dalam yang dimaksud adalah sekadar olah fisik biasa dengan bantuan olah pernafasan namun tanpa klaim luar biasa dan tidak dibumbui paham-paham menyimpang, maka kita simpulkan Tenaga Dalam itu diperbolehkan.

    Berikut adalah sebagian kriteria untuk Tenaga Dalam yang bisa diterima syariat Islam:

    Tidak mengandung penghormatan dengan membungkukkan badan dan kemusyrikan
    Tidak ada meditasi
    Tidak ada unsur bidโ€™ah
    Tidak ada penyimpangan akidah
    Tidak ada bantuan setan
    Tidak ada unsur penipuan
    Disandarkan pada penjelasan ulama
    Tidak meyakini adanya aura
    Harus mempunyai batasan syarโ€™i
    Tidak ada unsur kesesatan

    Munculnya dua kesimpulan ini (boleh dan terlarang) terhadap Tenaga Dalam, tergantung pada proses memahami fakta (Tahqiq al-Manath) Tenaga Dalam yang dimaksud. Proses memahami fakta Tenaga Dalam ini penting karena tidak ada definisi Tenaga Dalam yang baku. Bisa jadi sebagian memahaminya sebagai tenaga fisik biasa sementara yang lainnya menganggapnya sebagai bentuk tenaga khusus yang penuh keajaiban. Dengan pemahaman mendalam terhadap definisi Tenaga Dalam, kita tidak akan memukul rata semua Tenaga Dalam sebagai kesesatan atau sebaliknya, menganggap semua Tenaga Dalam hanya tenaga fisik biasa.
    Redaksi Lengkap Fatwa Persatuan Islam

    KEPUTUSAN SIDANG DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM (PERSIS) TENTANG HUKUM MAGIC DAN KEDUGALAN

    Dewan hisbah persatuan Islam setelah :
    MENGINGAT :

    Al qurโ€™an dan hadits yang menerangkan tentang jin, sihir, dan kemusyrikan, antara lain:

    ูˆูŽุฅูุฐู’ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ุงุณู’ุฌูุฏููˆุง ู„ูุขูŽุฏูŽู…ูŽ ููŽุณูŽุฌูŽุฏููˆุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฅูุจู’ู„ููŠุณูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูู†ู‘ู ููŽููŽุณูŽู‚ูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑู ุฑูŽุจู‘ูู‡ู ุฃูŽููŽุชูŽุชู‘ูŽุฎูุฐููˆู†ูŽู‡ู ูˆูŽุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุชูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกูŽ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ููŠ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุนูŽุฏููˆู‘ูŒ ุจูุฆู’ุณูŽ ู„ูู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ุจูŽุฏูŽู„ู‹ุง (50)

    โ€œDan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: โ€œSujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.โ€ (Q.S. Al kahfi: 50)

    ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุณูŽูููŠู‡ูู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุดูŽุทูŽุทู‹ุง (4) ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽุง ุธูŽู†ูŽู†ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽู†ู’ ุชูŽู‚ููˆู„ูŽ ุงู„ุฅู†ู’ุณู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูู†ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุฐูุจู‹ุง (5) ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูุฌูŽุงู„ูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฅู†ู’ุณู ูŠูŽุนููˆุฐููˆู†ูŽ ุจูุฑูุฌูŽุงู„ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูู†ู‘ู ููŽุฒูŽุงุฏููˆู‡ูู…ู’ ุฑูŽู‡ูŽู‚ู‹ุง (6) }

    โ€œDan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.โ€ (Q.S. Al jin: 6)

    ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽููŽุฑูŽ ุณูู„ูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠูŽุงุทููŠู†ูŽ ูƒูŽููŽุฑููˆุง ูŠูุนูŽู„ู‘ูู…ููˆู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ุงู„ุณู‘ูุญู’ุฑูŽ

    โ€œPadahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia.โ€ (Q.S. Al Baqarah : 102)

    ูˆูŽู„ูุณูู„ูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ููŠุญูŽ ุบูุฏููˆู‘ูู‡ูŽุง ุดูŽู‡ู’ุฑูŒ ูˆูŽุฑูŽูˆูŽุงุญูู‡ูŽุง ุดูŽู‡ู’ุฑูŒ ูˆูŽุฃูŽุณูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู‡ู ุนูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุทู’ุฑู ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูู†ู‘ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุจูุฅูุฐู’ู†ู ุฑูŽุจู‘ูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุฒูุบู’ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุง ู†ูุฐูู‚ู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจู ุงู„ุณู‘ูŽุนููŠุฑู (12) ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ูŠูŽุดูŽุงุกู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุญูŽุงุฑููŠุจูŽ ูˆูŽุชูŽู…ูŽุงุซููŠู„ูŽ ูˆูŽุฌูููŽุงู†ู ูƒูŽุงู„ู’ุฌูŽูˆูŽุงุจู ูˆูŽู‚ูุฏููˆุฑู ุฑูŽุงุณููŠูŽุงุชู ุงุนู’ู…ูŽู„ููˆุง ุขูŽู„ูŽ ุฏูŽุงูˆููˆุฏูŽ ุดููƒู’ุฑู‹ุง ูˆูŽู‚ูŽู„ููŠู„ูŒ ู…ูู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏููŠูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูƒููˆุฑู (13)

    โ€œDan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.12. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.(13).โ€ (Q.S. Saba : 12-13).

    ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ููŠ ู‡ูŽุงุฑููˆู†ู ุจู’ู†ู ุณูŽุนููŠุฏู ุงู„ู’ุฃูŽูŠู’ู„ููŠู‘ู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุงุจู’ู†ู ูˆูŽู‡ู’ุจู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ููŠ ุณูู„ูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ู ุจู’ู†ู ุจูู„ูŽุงู„ู ุนูŽู†ู’ ุซูŽูˆู’ุฑู ุจู’ู†ู ุฒูŽูŠู’ุฏู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุซ ูุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ุงู„ุณู‘ูŽุจู’ุนูŽ ุงู„ู’ู…ููˆุจูู‚ูŽุงุชู ู‚ููŠู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ู‡ูู†ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒู ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูุญู’ุฑู ูˆูŽู‚ูŽุชู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณู ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ูˆูŽุฃูŽูƒู’ู„ู ู…ูŽุงู„ู ุงู„ู’ูŠูŽุชููŠู…ู ูˆูŽุฃูŽูƒู’ู„ู ุงู„ุฑู‘ูุจูŽุง ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽูˆูŽู„ู‘ููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽุญู’ูู ูˆูŽู‚ูŽุฐู’ูู ุงู„ู’ู…ูุญู’ุตูู†ูŽุงุชู ุงู„ู’ุบูŽุงููู„ูŽุงุชู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู

    โ€œDari Abu Hurairah, ia berkata, โ€œsesungguhnya Rasulallah saw. bersabda, jauhilah oleh kamu tujuh perkara yang membinasakan. Ditanyakan, wahai Rasulallah saw. apakah itu? โ€˜Beliau menjawab, โ€˜mempersekutukan Allah, sihir, membunuh orang yang telah diharamkan (membunuhnya) kecuali dengan alas an yang dibenarkan oleh Allah, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan pertempuran, menuduh wanita mukminah yang baik dan tahu memelihara diri.โ€ (H.R. Muslim, Shahih Muslim, 1:92)
    MENDENGAR :

    Pengarahan dari ketua Umum PP. PERSIS K.H. Drs. Shiddiq Amien, MBA dan pengarahan dari Ketua Dewan Hisbah, KH. A. Syuhada.

    Makalah dan pembahasan yang disampaikan oleh K.H. M. Romli tentang makalah tersebut.

    Pembahasan dan penilaian dari anggota Dewan Hisbah terhadap masalah tersebut di atas.
    MENIMBANG :

    semaraknya isu-isu magic dan kedugalan di kalangan kaum muslimin.

    Munculnya berbagai kasus dan pernyataan tentang hal itu yang menuntut jawaban segera. perlu adanya kepastian hokum mengenai hal itu.
    MENGISTINBAT:

    Magic dan kedugalan / kekebalan adalah syirik

    Kekuatan tenaga dalam (daht) sebagai hasil pelatihan yang maโ€™qul (masuk akal) adalah boleh.

    wirid-wirid dan memantrakan ayat-ayat al Qurโ€™an dan hadits dalam magic dan kekebalan adalah bidโ€™ah.

    Demikian istinbat Dewan Hisbah mengenai masalah tersebut dengan makalah terlampir.
    ุงู„ู„ู‡ ูŠุฃุฎุฐ ุจุฃูŠุฏูŠู†ุง ุฅู„ู‰ ู…ุงููŠู‡ ุฎูŠุฑ ู„ู„ุงุณู„ุงู… ูˆุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู†

    Bandung, 25 Rabiโ€™ul Awwal 1422 H/17 Juni 2001 M.

    DEWAN HISBAH (PERSIS) PERSATUAN ISLAM

    KETUA

    Ttd

    KH. A. AKHYAR SYUHADA

    NIAT :1632

    SEKRETARIS

    Ttd

    DR. M. ABDURRAHMAN, MA

    NIAT : 7070

    Sumber: Fatwa Persis Tentang Hukum Magic dan Kedugalan

    Balas
    • 24 Agustus 2015 pada 2:46 pm
      Permalink

      @Triyanto: hadeehh… ditanya bukti tenaga dalam kok sodorin fatwa ๐Ÿ™‚

      Seribu fatwa dari lembaga agama apapun mengatakan “A”, kalau tidak ada buktinya, ya sama seperti sampah – gak layak didengar.

      Balas
  • 24 Agustus 2015 pada 5:32 pm
    Permalink

    yah.. begitulah manusia-manusia Indonesia, dikasih otak cerdas sedikit saja merasa paling benar dan memandang sebelah mata pernyataan/pendapat orang lain.
    fleksible sajalah, kalau tenaga dalam itu tidak pernah ada, maka jelas tentunya kita tidak pernah mendengar istilah itu.
    pake tenaga dalam lah, pake teknologi modern/baju besi lah,, oke-oke saja karena kedua hal tersebut memang ada.
    disini bahasa-bahasanya yang dipakai memang halus, tapi jelas terlihat dan terkesan ngotot ngeyel untuk mempertahankan argumen.
    jiiahahaaaa… gw juga pemakai teknologi modern, gw orang IT, yang keseharian menerobos system komputer dan jaringan, tetapi gw bisa berfikir untuk tidak mematahkan fakta orang lain/ fakta yang pernah ada.
    bye..

    Balas
    • 24 Agustus 2015 pada 6:22 pm
      Permalink

      @Josh: berbeda pendapat itu wajar kok.

      Saya menunjukkan pendapat saya, yang lain menunjukkan pendapatnya. Kalau pendapatnya gak ketemu karena belum ada argumen yang bisa diterima bersama, ya wajar saja. Saya tetap dengan pendapat saya, dan yang lain tetap dengan pendapatnya.

      Dengan beda pendapat itu saya gak mengatakan yang lain ngeyel, lha wong memang saya belum bisa meyakinkan lawan diskusi saya.

      Kok anda muncul lalu bilang saya ngeyel? yang dewasa dikit napa? gak malu ngaku sebagai orang IT, tapi gak bisa menerima beda pendapat?

      Balas
        • 25 April 2016 pada 8:30 pm
          Permalink

          @josh,Kalo menurut saya sih tenaga dalam cuma SUGESTI diri, ada ato ga ada ya tergantung kita percaya ato ga. Anda percaya ya itu terserah Anda, saya pun demikian jadi ga ush sok IT, sok Agamis, sok Sakti ato apalah itu.

          Maksih

          Balas
  • 26 Agustus 2015 pada 12:39 am
    Permalink

    Tantangan James Randi Foundation untuk Paranormal

    by : Indospiritual Kategori : Umum
    tantangan james randiAnda paranormal? punya kemampuan yang bisa dibuktikan? mungkin bisa mengikuti tantangan berikut karena hadiahnya $1 juta atau sekitar 9 milyar rupiah. Tapi sebelum ikut… pastikan anda membaca artikel berikut ini.

    Untuk diketahui bersama, James Randi Educational Foundation (JREF) adalah organisasi skeptis yang tidak mempercayai kemampuan manusia bahwa manusia mampu melakukan hal-hal luar biasa diluar akal pikiran manusia sekarang. JREF bukanlah organisasi para ilmuwan dan tidak ada lembaga ilmu pengetahuan/sains manapun yang bekerjasama atau menjadikan JRF sebagai referensi/rujukan dan sejenisnya.

    JREF tidak mempercayai mukzijat, karomah, maunah yang dimiiliki para Nabi, Wali, atau manusia yang memiliki kelebihan yang tidak masuk akal seperti membaca pikiran orang, chi (tenaga dalam/reiki/kundalini), telekinetik, melihat dengan mata tertutup, kesurupan, pengobatan alternatif, ruqyah dan lain sebagainya. Buat JREF, semua fenomena itu adalah ilusi, trik sulap, akal-akalan, pembodohan, kelakuan orang primitf dan lain sebagainya.

    Bagi mereka, mukjizat, karomah, kesaktian dan sejenisnya harus dibuktikan dengan METODE ALA MEREKA SENDIRI. Metode pengujian yang mereka lakukan sifatnya tertutup alias tidak diberitahu kepada orang yang akan diuji, sehingga orang tersebut tidak tahu mau diuji dengan metode apa.

    JREF mengklaim tidak satupun paranormal yang mampu lulus uji oleh tim JRF sehingga sampai detik ini uang $1juta masih aman. Mengapa tidak ada yang berhasil? baca terus artikel ini….

    Di Indonesia sendiri, ada perguruan silat yang ikut dalam tantangan JREF yakni Merpati Putih (MP) yang merupakan salah satu perguruan silat di Indonesia yang patut dibanggakan karena telah tersebar sampai ke luar negeri dan telah eksis puluhan tahun sampai hari ini bahkan menjadi beladiri resmi di berbagai institusi militer di Indonesia. MP melayani tantangan JREF dengan metode getaran untuk menebak warna dengan mata tertutup. Setelah unjuk kebolehan, hasilnya 100% berhasil, namun ketika diuji dengan metode JREF ternyata gagal. Kenapa? ternyata metode mereka adalah menetesi kain dengan alkohol sehingga timbul rasa tidak nyaman yang mempengaruhi otak untuk berkonsentrasi. Padahal, untuk mampu menebak, butuh ketenangan dan konsentrasi. Bagaimana mau berhasil jika konsentrasinya dirusak? hasil testnya bisa dibaca di http://www.nowscape.com/vibra/Test_Results.htm
    merpati putih

    MP adalah perguruan yang sangat dipercaya karena memiliki banyak murid yang tersebar hingga ke seluruh dunia, menjadi beladiri resmi di instasi militer di Indonesia dan telah eksis selama puluhan tahun. Melayani tantangan JREF pun sudah membuktikan bahwa MP punya metode yang memang telah terbukti. Tidak mungkin MP datang hanya mengandalkan skill bermain sulap, apalagi datang ke sana harus dengan modal sendiri yang tidak kecil.

    Jadi bagi mereka yang ingin ikut tantangan JREF, harus siap “dikerjai” oleh aneka rupa metode mereka dan pastikan ilmu metafisika anda mampu bekerja 100% disegala situasi/kondisi karena JREF sangat lihai untuk membuat anda gagal membuktikan ilmu metafisika dan andapun wajib memenuhi semua aturan-aturan test yang mereka buat. buat. Jika tidak mau memenuhi aturan tersebut atau testnya gagal, maka anda akan di cap hoax oleh mereka.

    JREF “menghalalkan” segala cara untuk menggagalkannya.Tidak menutup kemungkinan mereka punya metode lain seperti harus minum minuman tertentu dulu misalnya minuman beralkohol dengan tujuan merusak konsentrasi. Dengan metode yang “seenaknya” seperti ini, apakah lembaga ini layak dipercaya? namanya saja sudah lembaga skeptis, sudah pasti akan selalu memiliki cara untuk membuktikan ketidakpercayaan mereka agar lembaga mereka tetap eksis dan terus mendaptkan sokongan dana (donasi).

    Seharusnya JREF menguji dengan metode yang terbuka dan jangan bersikap skeptis terlebih dahulu melainkan harus bersikap netral, dan ujilah dengan cara-cara yang logis bukan dengan cara yang aneh-aneh. Pengujian dengan cara yang tidak logis membuktikan bahwa mereka tidak ingin kehilangan uang atau dana dari para sponsornya karena dari dana itulah mereka hidup. Di website mereka sendiri, anda bisa lihat bahwa mereka menerima donasi dari seluruh dunia. Bayangkan jika JREF gagal, maka sumber uangnya pun hilang. Jadi memang “wajar” saja jika mereka menggunakan berbagai cara licik agar praktisi metafisika gagal di tiap ujicoba.

    Pun banyak pihak yang mengkritisi hadiah dari JREF karena tidak jelas pencairannya. Lihat di : http://www.skepticalinvestigations.org/New/Examskeptics/Sean_Randichallenge.html

    Ternyata hadiah dari JREF bukanlah dalam bentuk uang cash melainkan Bond (surat hutang) yang tidak jelas kapan bisa dicairkan, apalagi jika bangkrut maka akan semakin tidak jelas uangnya. Ini mirip kasus dimana perusahaan besar membayar pesangon karyawannya dengan surat hutang, baca infonya di http://www.detikfinance.com/read/2011/05/19/110157/1642259/5/duh-bakrie-life-bayar-pesangon-karyawan-pakai-surat-utang?991101mainnews

    Kembali ke soal metafisika, Mendemonstrasikan ilmu metafisika tidaklah bisa dengan cara yang se-enaknya. Ilmu metafisika memerlukan energi yang besar untuk bisa didemonstrasikan. Sebelum demo pun harus persiapan terlebih dahulu menghimpun energi. Saat demo pun harus tenang dan percaya diri, sebab jika tidak tenang energi tidak akan berjalan dengan lancar.

    Contoh demonstrasi tenaga dalam misalnya mementalkan orang dari jarak jauh. Demo ini akan berjalan lancar jika si pemukul juga sudah terlatih tenaga dalamnya sehingga emosi buatan bisa muncul dengan suatu tehnik pernafasan dan si pemukul pasti mental. Jika demo ini diujicoba oleh tim JRF tentu saja pasti gagal karena tim mereka tidak ada yang mampu melakukannya. Mereka mungkin hanya marah biasa lalu memukul dan hasilnya pasti tidak akan mental.Ilmu tenaga dalam efektif untuk menyelamatkan kita dari berbagai kejahatan, namun jika ingin didemokan harus dengan cara khusus karena harus menghadirkan sesuatu yang tidak berbahaya menjadi nampak seperti berbahaya. Itulah sulitnya mendemonstrasikan ilmu metafisika.

    Ilmu lain seperti telekinetik juga bisa didemokan namun biasanya ketika didemokan di bunker bawah tanah, ilmu ini tidak bekerja. Ini mirip seperti cara menangkal santet dimana cukup dengan tidur menempel di bumi maka santet tidak bisa tembus karena bumi sendiri memiliki energi tersendiri. Mengapa? sulit dicari penjelasannya karena berbicara energi itu sangat kompleks sekali.

    Begitu juga dengan ilmu penyembuhan penyakit alternatif seperti prana, ruqyah, transfer energi, pemindahan penyakit ke media tertentu sulit untuk berhasil jika diuji oleh JREF karena kesembuhan itu mutlak Allah yang menyembuhkan. Tidak ada juru sembuh yang mampu menyembuhkan semua pasiennya 100% bahkan para dokter yang pengobatannya ilmiah sekalipun tidak ada yang mampu menyembuhkan semua pasiennya. JREF pastinya juga akan menghadirkan beberapa pasien yang harus disembuhkan oleh si juru sembuh untuk pengujian, jika mereka menghadirkan 100 pasien tentu diperlukan energi yang luar biasa besar untuk menyembuhkan semua pasien tersebut. Masalahnya adalah energi metafisika sangat rumit dan kompleks. Misal jika pasien hanya ngetest saja atau tidak yakin, maka penyakitnya akan sulit sembuh. Energi metafisika adalah ciptaan Allah jadi hanya bekerja pada kondisi tertentu yang jika terpenuhi maka pasien akan sembuh.

    Seperti halnya doa, di kitab suci dikatakan “Barang siapa berdoa kepada-Ku niscaya Ku-Kabulkan”. Pada kenyataannya banyak orang yang berdoa namun tidak terkabul. Jika ditafsirkan secara picik ala JREF, tentunya ini adalah hoax karena khasiat doa tidak terbukti. Namun bagi yang memahami konsep metafisika, mereka pastinya akan mampu menafsirkan dengan benar bahwa doa akan terkabul tergantung kualitis diri dan keyakinannya kepada Allah. Jika berdoa namun tidak yakin/ragu tentunya tidak akan terkabul.

    Ilmu metafisika bukanlah ilmu matematika yang hasilnya pasti karena ilmu metafisika tidak bisa bekerja dalam semua kondisi. Ilmu ini akan berfungsi hanya dengan hukumnya tersendiri dan ijin dari Allah. Jadi keberhasilan atau kegagalan dalam menerapkan ilmu metafisika tergantung pribadi yang bersangkutan dan tentu mendapat ijin dari Allah. Ada murid tenaga dalam yang ilmunya tidak berfungsi manakala sombong tapi murid lainnya yang rendah hati sukses mengalahkan penjahat dengan tenaga dalam. Nah jika dianalisa oleh tim JRF, maka tenaga dalam itu hoax karena terbukti ada murid yang tenaga dalamnya tidak berfungsi.

    Jika anda ingin ikut JREF karena motivasinya uang, bisa jadi ilmu metafisika anda tidak akan bekerja. Sama seperti juru sembuh yang niatnya bukan menolong orang tapi hanya untuk cari uang semata maka ilmunya sulit untuk bekerja sehingga banyak pasien yang tidak akan sembuh. Atau juga ilmu terawangan bisa hilang jika minum-minuman keras (beralkohol) atau berzina. Kenapa bisa seperti itu? tentu sulit dijelaskan karena ilmu metafisika sangat kompleks, tidak bisa dipikir secara rasional dan perlu memahami secara mendalam hukum-hukum yang bekerja didalamnya. Bayangkan jika anda punya ilmu terawangan lalu disuruh minum beralkohol seteguk saja oleh tim JREF, hampir bisa dipastikan ilmu anda tidak bekerja dan andapun dicap hoax oleh mereka.

    Jadi tidak perlu lagi melayani tantangan JREF karena mereka “menuhankan” rasionalitas/logika/akal semata. Ilmu metafisika sampai saat ini tidak bisa dianalisa secara sains karena teknologi manusia belum sanggup untuk mengukurnya. Ilmu metafisika masuk dalam kategori PseudoScience (bukan hoax) yang meskipun sudah dirasakan manfaatnya untuk banyak orang namun belum bisa dijelaskan secara sains.

    Apakah penting mukjizat, karomah, maunah, kesaktian dan sejenisnya diakui secara sains? apakah perlu ditulis dalam jurnal-jurnal ilmiah universitas ternama dunia? bagi praktisi metafisika, jawabannya jelas tidak penting dan tidak perlu karena teknologi fisik manusia tidak mampu menjangkau hal metafisika.

    Meskipun JREF mengatakan hoax kepada semua ilmu metafisika, pada kenyatannya keberadaan paranormal atau perguruan tenaga dalam seperti Tai Chi, Shaolin, Satria Nusantara, Merpati Putih, Cimande dan lain sebagainya masih tetap eksis. Logikanya adalah jika benar hoax, pastinya akan tutup dan tidak mungkin eksis puluhan tahun. Ini membuktikan bahwa ilmu metafisika memang nyata dan bermanfaat bagi banyak orang.

    Sayang sekali sekarang sudah tidak ada Nabi. Jika ada pastinya akan ditantang oleh JRF untuk membelah lautan dengan tongkat layaknya yang dilakukan Nabi Musa. Begitulah cara berpikir orang JREF yang mementingkan rasionalitas semata dan meniadakan spiritualitas dalam hidup. Mereka tidak sadar bahwa ciptaan Tuhan ada yang fisik dan metafisik.

    Apakah tim JREF atheist sehingga tidak percaya hal-hal metafisik? Di website mereka, personil JREF bernama D.J. Grothe berkata “I am an atheist. And James Randi has been an outspoken atheist for years. Yes we are atheists at the JREF, most of us.”

    Nah jika anda masih percaya Tuhan… apakah masih ingin menjadi JREF sebagai bahan panutan/rujukan/referensi?

    Sebagai sesama manusia, baik atheist maupun penganut agama seharusnya semua saling menghormati kepercayaan masing-masing. Yang percaya Tuhan, tetap menghargai mereka yang tidak percaya Tuhan karena kepercayaan tidak bisa dipaksakan atau diserang keyakinannya. Yang tidak percaya Tuhan pun, hendaknya menghormati umat yang percaya pada Tuhan, jangan merendahkan ataupun menyerang pemikiran orang-orang yang mempercayai Tuhan atau hal-hal metafisik.

    Jadi daripada “nantangin” orang lain, mungkin lebih baik tim JREF menantang diri sendiri. Ujilah kenapa/apa/bagaimana ruh mereka sendiri adalah di dalam ditubuh mereka, dan jika mereka tidak mampu menjelaskannya secara ilmiah berarti mereka pun hoax.

    Mau tau “kelakuan” James Randi lebih banyak lagi? kunjungi :

    -http://www.skepticalinvestigations.org/New/Examskeptics/Randi_problem.html

    http://www.skepticalinvestigations.org/New/Examskeptics/Sean_Randichallenge.html
    http://www.skepticalinvestigations.org/New/Skepticsmedia/Auerbach_Randi.html
    http://www.skepticalinvestigations.org/New/Mediaskeptics/index.html#JamesRandi
    http://dailygrail.com/features/the-myth-of-james-randis-million-dollar-challenge

    PENDAPAT PENGACARA (VICTOR ZAMMIT) TENTANG TANTANGAN JAMES RANDI

    PANDUAN BAGI ORANG SKEPTIS UNTUK MEMBUKTIKAN FENOMENA METAFISIKA

    Orang skeptis tidak percaya Jin, Hantu, CHI dan hal gaib lainnya. Mayoritas dari mereka tidak percaya Tuhan. Uniknya ada orang skeptis yang mengaku “rasionalis-religius”, padahal Jin saja tidak percaya. Bagaimana bisa disebut religius kalau tidak mengakui adanya jin padahal eksistensi Jin telah disebutkan di Al Quran.

    Orang skeptis selalu berpedoman pada “kajian ilmiah” dari ilmuwan-ilmuwan barat. Dan kalaupun ada ilmuwan-ilmuwan yang menyelediki gejala metafisika dan mengakuinya maka dibilang ilmuwan tersebut tidak kompeten. Bahkan James Randi sering kali menyerang ilmuwan-ilmuwan yang mencoba melakukan riset terhadap fenomena metafisika.

    Di tahun 2001 Prof.Brian Josephson, ahli fisika dari Cambridge University diserang oleh ucapan-ucapan Randi hanya karena sedang meneliti hubungan antara quantum physics dengan telepati. Randi mengatakan pada Prof.Brian : “I think it is the refuge of scoundrels in many aspects for them to turn to something like quantum physics”. Padahal Prof.Brian adalah peraih nobel dibidang quantum physics sedangkan randi sama sekali bukan ilmuwan.

    Nah.. bagi anda orang skeptis, sebenarnya bisa membuktikan sendiri adanya fenomena metafisika. Tidak perlu menantang-nantang dengan hadiah. Jadilah pribadi yang objektif dengan mempraktekan sendiri. Sebab orang skeptis kebanyakan cuma bisa berteori saja tapi tidak pernah mau mencobanya. Misalnya tidak percaya tenaga dalam, tapi mereka tidak pernah mau masuk perguruan tenaga dalam. Padahal dengan masuk ke perguruan tersebut akan lebih mudah melakukan riset karena bisa sharing pengetahuan, bisa membuktikan, bisa mewawancarai praktisi lainnya.

    Ada cara yang EKSTRIM untuk membuktikan adanya fenomena metafisika misalnya membuktikan adanya JIN atau orang lain menyebutnya hantu.

    Datangi langsung tempat yang menurut banyak orang angker/wingit entah kuburan, pohon besar, situ, gua, pantai laut selatan dll. Datangi pada tengah malam lalu jika bertemu juru kunci, pura-pura saja menjadi pasien. Setelah anda ditinggal sendiri untuk ritual, cobalah anda tantang penghuni gaib tersebut atau langgar saja pantangannya.

    Misal pantangannya tidak boleh ngomong jorok maka langgar saja pantangan tersebut atau jika perlu lakukan aksi ekstrim lainnya misalnya mengencingi tempat angker tersebut. Ingat! datangi sendirian, jangan rame-rame apalagi siang hari karena penghuni gaib biasa menunjukan eksistensinya pada tengah malam. Nah jika anda berani.. silahkan merasakan sendiri. Mungkin anda akan melihat penampakan yg menyeramkan atau ditendang hingga tersungkur atau menderita sakit yang sangat sulit untuk sembuh dan yang terparah anda bisa meninggal dalam waktu dekat dengan berbagai sebab misalnya kecelakaan, sakit yg tak kunjung sembuh dll.

    Cara lain yang lebih EKSTRIM, ikutlah pesugihan dari golongan iblis. Cukup banyak pesugihan misalnya tuyul, babi ngepet, buto ijo dll. Hampir bisa dipastikan anda akan bertemu dengan yang namanya mahluk gaib. Resiko silahkan tanggung sendiri.

    Tidak ada cara lain bagi orang skeptis untuk membuktikan adanya mahluk gaib melainkan dengan terjun/praktek langsung!

    Kalau cara yang ekstrim takut, cara yang paling mudah sebenarnya adalah membuktikan/mempraktekan sendiri ilmu metafisika. Coba anda bergabung dengan perguruan tenaga dalam dan minta dibangkitkan tenaga dalamnya. Carilah perguruan yang bisa membuktikan CHI/energi setelah pembangkitan.

    Jika anda sudah dibangkitkan CHI-nya, maka saatnya anda membuktikannya sendiri :

    Sediakan gelas/botol dan senapan angin. Gelas/botol tersebut jangan di isi energi CHI terlebih dahulu. Kokanglah senapan angin misalnya 3x lalu tembak ke gelas/botol tsb. Jika pecah… maka terbukti bahwa gelas/botol yg tidak mengandung CHI pecah ditembak.
    Kali ini anda transfer energi ke botol/gelas dan bayangkan gelas keras seperti baja. Lakukan dengan penuh keyakinan agar energi mengalir lancar mengisi gelas/botol tersebut. Lalu kokanglah misalnya 3x dan tembak gelas/botol tersebut. Jika tidak pecah.. berarti anda telah membuktikan bahwa energi/CHI tersebut benar adanya.

    Namun pembuktian ini memerlukan keyakinan sebab jika orang skeptis sendiri sudah tidak yakin, maka ketika menyalurkan energi ke botol/gelas maka energi itu tidak akan mengalir dan hampir bisa dipastikan gelas pasti pecah ditembak. Jadi solusinya mungkin orang skeptis tersebut meminta kepada praktisi tenaga dalam lainnya untuk mengisi gelas/botol tsb dengan energi dan anda yang akan menembaknya dengan tipe peluru dan jumlah kokangannya yang sama.

    Bagi orang skeptis yang mau ikut pelatihan tenaga dalam dan sudah bangkit CHI dalam tubuhnya, maka bisa membuktikan dengan cara : kepal 2 tangan anda dan letakan diatas paha, lalu getarkan dengan cara naik turunkan tangan. Secara otomatis, tangan anda akan bergerak DENGAN SENDIRINYA ke berbagai arah.

    Buktikan sendiri maka baru bisa percaya! tidak ada jalan lain bagi orang skeptis kecuali langsung terjun/praktek.

    CHI sebenarnya sangatlah nyata bagi orang yang mampu merasakannya. Hanya tinggal menunggu waktu saja bahwa CHI akan dapat diukur dengan teknologi manusia. Untuk itu ilmuwan-ilmuwan yang tertarik dengan CHI haruslah berlomba-lomba menemukan alat ukurnya. Jika alat ukur ini sudah ditemukan… maka CHI/tenaga dalam bukanlah lagi pseudoscince melainkan telah diakui secara ilmiah.

    Berikut ini adalah Video Pembuktian Bahwa CHI adalah kekuatan yang nyata. Video ini diliput oleh Televisi dimana sekarang master ninjitsu diuji dengan cara diborgol oleh pakar maximum security. Dengan kekuatan CHI tersebut borgol lepas dengan sendirinya.

    Lihat videonya di : http://youtu.be/qJ7hxF9BlBM

    Berikut juga adalah bukti bahwa ilmu kebal adalah nyata. Bahkan diliput oleh TV pada saat penggerebekan polisi :
    Berikut ini adalah video ilmuwan barat yang ingin membuktikan adanya CHI pada seorang Shaolin dengan cara mengeBOR bagian tubuh
    Pembuktian CHI oleh ilmuwan bergelar PHD yang diliput oleh National Geographic yang berkesimpulan bahwa CHI memang energi yang misterius karena dapat melindungi tubuh dari benda tajam dan benturan. Secara science, shaolin tersebut harusnya terluka namun pada kenyataannya tidak terluka.

    Kelemahan Orang/lembaga Skeptis

    Orang skeptis selalu merasa lebih hebat daripada ilmuwan. Meskipun ada penelitian tentang kemampuan metafisika oleh para ilmuwan, mereka tetap akan mencerca dan mengatakan ilmuwan tersebut tidak kompeten.
    Orang skeptis selalu men-generalisasi bahwa hal-hal supranatural adalah pasti sulap/trik. Mereka mengira bahwa yang tahu trik sulap hanya mereka saja sehingga ilmuwan yang meniliti fenomena supranatural dianggap tidak kompeten karena menganggap ilmuwan tersebut dibodohi oleh trik sulap.

    Memang banyak paranormal yang menggunakan trik sulap untuk menipu pasiennya. Namun tidak bisa digeneralisasi bahwa semua paranormal adalah penipu. Sebab paranormal atau institusi manapun yang melakukan penipuan pastinya tidak akan bertahan lama. Sebagai contoh : Merpati Putih sudah puluhan tahun eksis dan menjadi lembaga resmi di Kopassus. Tentunya jika mereka melakukan trik sulap sudah ketahuan dari dulu dan perguruannya akan hancur seketika. Namun karena masyarakat banyak yang merasakan manfaatnya maka perguruan tenaga dalam tersebut tetap eksis puluhan tahun.

    Orang/Lembaga skeptis merasa memiliki misi yang suci yakni “menyelamatkan masyarakat dari pembodohan”. Mereka sangat yakin sekali bahwa hal supranatural sudah pasti trik sulap, halusinasi/delusi, penipuan. Padahal mereka sendiri tidak pernah bisa membuktikannya kalo hal tersebut penipuan dan mereka pun tidak berani lapor ke polisi karena tidak punya bukti.
    Banyak lembaga skeptis yang ternyata hanya kedok semata dengan tujuan menjaring dana melalui donasi. Mereka mencari nafkah dengan membuat buku, seminar dan kegiatan-kegiatan lainnya yang menyerang orang yang tidak sepaham dengannya.
    Lembaga skeptis biasanya “kabur” jika tantangannya dirasa akan kalah. Ini dilakukan untuk mempertahankan donasi dan kekayaan lembaga skeptis. Jika kalah tentunya habislah riwayat mereka dan sumber keuangannya. James Randi pun pernah “kabur” ditantang oleh Dr.George Vithoukas ahli homepathy. Infonya bisa dibaca di SINI.
    Lembaga skeptis biasanya membuat tantangan yang berat dan dianggap tidak mungkin bisa dibuktikan oleh siapun yang menjawab tantangan. Cara mereka menguji adalah dengan versinya sendiri alias seenaknya sendiri.

    Sebagai contoh :

    -Merpati putih kainnya ditetesi alkohol oleh tim JREF ketika test kemampuan mata tertutup.

    Anak-anak dari aktivasi otak tengah di test oleh lembaga skeptis dan dinyatakan tidak ada yang berhasil. Ternyata cara pengetesan mereka keterlaluan karena membuat suasana anak tidak nyaman dengan cara menutup kain dengan kuat, membuat suasana yang menegangkan, memaksa anak hingga membuat anak menangis dan lain-lain cara yang membuat anak sulit untuk rileks. Intinya anak dibuat tegang, nervous, kesal terlebih dahulu sehingga suasana hati kacau. Dengan suasana hati kacau, maka anak tidak bisa rileks untuk berkonsentrasi sehingga pastinya akan gagal.

    Padahal kunci keberhasilan untuk mengetest kemampuan mata tertutup adalah KONDISI HARUS RILEKS DAN TENANG. Tanpa ketenangan, sudah pasti tidak akan mampu mengaktifkan intuisi. Padahal intuisi ini hanya bisa dicapai jika gelombang otak seseorang mencapai ALFA dan ini bisa diukur dengan alat yang bernama EEG Device. Kondisi alfa hanya bisa dicapai jika suasana hati dan pikiran seseorang rileks dan tenang.

    Jadi jika lembaga skeptis itu tetap mempertahankan cara menguji yang seenaknya maka sampai kiamat pun tidak akan berhasil membuktikannya. Dan ini memang yang diinginkan oleh lembaga skeptis tersebut agar keberadaan mereka terus eksis dan mendapat sokongan dana. Dengan demikian mereka akan tetap klaim bahwa tidak ada satupun yang berhasil melewati tantangan mereka.

    Lembaga skeptis di Indonesia ada juga yang mengkampanyekan untuk tidak percaya jin dan sihir. Padahal mayoritas masyarakat muslim jelas percaya adanya sihir dan jin karena fenomena tersebut sudah banyak terjadi dan bukan hal yang aneh lagi.

    Lucunya, lembaga skeptis di indonesia ini pendirinya banyak yang muslim tapi tidak percaya sihir dan jin. Padahal sihir dan jin ada di Al Quran dan Hadist. Mereka mengatakan ayat-ayat sihir dan jin itu multi tafsir dan mereka menafsirkan tanpa ilmu hanya untuk mendukung keyakinan mereka.

    Lembaga skeptis di USA dipersilahkan saja melakukan apapun termasuk mengkampanyekan atheis dan ketidakpercayaan kepada kitab suci. Namun jika ada lembaga skeptis di Indonesia yang melakukan ini tentu sulit diterima karena jika menginkari adanya sihir dan jin maka secara tidak langsung mereka juga mengingkari Al Quran dan Al Hadist. Ini tentunya bakal menjadi masalah yang cukup serius karena akan banyak ditentang para ulama dan organisasi Islam.

    Orang/lembaga skeptis tidak bisa menerima perbedaan pendapat dan keyakinan. Bagi mereka, orang yang tidak sepaham dengan mereka akan disebut “bodoh”, “tidak mengerti sulap”, “primitif” dll label. Pokoknya mereka sangat yakin bahwa merekalah yang paling benar.
    Lembaga skeptis sama sekali tidak memberikan kontribusi apapun terhadap ilmu pengetahuan sebab para ilmuwan yang meneliti fenomena supranatural pun sering dicerca/diserang. Mereka hanya bisa berdebat, menyerang dan menantang orang. Disitulah memang mata pencaharian mereka dan mereka akan terus berjuang mempertahankan eksistensi kecuali sudah tidak ada lagi yang memberikan donasi kepada mereka.

    Perbedaan Skeptic (orang skeptis) & Scientist (ilmuwan)

    Mungkin masih banyak yg tidak bisa melihat perbedaan antara seorang yg memiliki sikap “Skeptic” dan seorang yg memiliki semangat “Scientific Curiosity” yg tinggi. Dari luar mungkin akan terlihat kemiripan antara keduanya. Keduanya selalu mempertanyakan segala sesuatu tentang Fenomena yg terjadi disekitarnya. Dan sering kali keduanya melakukan suatu “penelitian” tentang Fenomena yg mungkin menarik untuk dikaji โ€“ yg sering kali dikenal dengan “Tantangan Skeptis” dan “Penelitian Ilmiah”.

    Keduanya mungkin terlihat sangat mirip tetapi sebenarnya ada perbedaan yg sangat mendasar dari kedua hal ini.

    Perbedaan antara Tantangan Skeptis dan Penelitian Ilmiah adalah Tantangan Skeptis hanya berusaha menunjukan bisa atau tidak nya suatu Fenomena terjadi ( sesuai versi penantang tentunya ) sedang Penelitian Ilmiah bertujuan untuk menjelaskan apakah suatu Fenomena bisa terjadi, mengapa suatu Fenomena bisa terjadi dan atau bagaimana Fenomena itu bisa terjadi.

    Perbedaan mendasar ini yg menyebabkan suatu Penelitian Ilmiah biasanya memiliki prosedur yg lebih ketat dibanding suatu Tantangan Skeptis. Setiap variable yg mungkin mempengaruhi suatu Fenomena harus diuji satu persatu โ€“ untuk itu diperlukan banyak sekali percobaan dan diperlukan banyak sekali sample ( subject ) untuk diujicobakan.

    Suatu Penelitian Ilmiah memiliki kewajiban untuk menjelaskan Apa, Mengapa dan ataupun Bagaimana tentang suatu Fenomena โ€“ tidak demikian dengan suatu Tantangan Skeptis.

    Ada suatu sejarah menarik tentang suatu Fenomena yg biasa disebut sebagai “Pseudo Science” ataupun “Hoax” oleh suatu Tantangan Skeptis yg mulai sering dilakukan akhir-akhir ini. Suatu Fenomena yg kala itu dikenal dengan Mesmerism.

    Fenomena Mesmerism ini diawali oleh seorang Frank Mesmer yg mempercayai adanya suatu bentuk Magnetic Force yg bisa mempengaruhi tubuh manusia. Melalui praktek Magnetism ini Mesmer mengklaim memiliki kemampuan menyembuhkan โ€“ salah satunya โ€“ dengan cara mengarahkan tangannya pada tubuh seorang pasien pada jarak tertentu dan mengalirkan Tenaga Magnetic yg dimiliki praktisi ke tubuh pasiennya.

    Teknik ini disebutnya “Mesmer Passess” teknik seperti ini tentunya sound familiar bukan?

    Fenomena Mesmerism ini menarik perhatian King Louis XVI ( Raja Perancis ) hingga akhirnya dibentuklah suatu komite untuk membuktikan kemampuan Mesmer ini. Penelitian ini diketuai oleh Antoine Lavoisier ( Bapak Kimia Modern ) dan hasilnya adalah “Tidak terbukti adanya Tenaga Magnetis yg keluar dari tangan praktisi Mesmerism”. Mesmerism tidak lebih hanyalah “Pseudo Science” semua konsep “Magnetic Force” yg dikemukakan Frank Mesmer sama sekali tidak terbukti ada.

    Bahkan Benjamin Franklin yg menjadi salah satu anggota team penelitian tsb dengan tegas mengatakan bahwa Mesmerism adalah “Hoax”.

    Frank Mesmer pun terpaksa meninggalkan Paris dan tetap “keukeuh” melanjutkan praktek Mesmerismnya di Vienna. Mungkin ini adalah Tantangan Skeptis Pertama yg paling terkenal di dunia

    Tapi untungnya โ€“ atau mungkin bagi yg menganggap ada jin dalam Fenomena seperti ini lebih tepatnya sialnya โ€“ pada saat itu di benua Eropa sedang menjalar suatu semangat Scientific Curiosity yg cukup besar. Ada kegairahan “Keingintahuan Ilmiah” akan segala sesuatu yg cukup besar kala itu.

    Walaupun pada saat itu Mesmerism sudah terbukti “Hoax” dan Klaim “Tenaga Magnetic” yg didengung-dengungkannya tidak terbukti ada tetapi para Scientists tidak serta merta menolak dan langsung menaruh Mesmerism ke dalam “keranjang sampah”.

    Di sinilah letak perbedaan utama antara seorang yg memiliki jiwa “Scientific Curiosity” dan seorang yg berjiwa “Skeptic”.

    Seorang Skeptic ketika suatu Fenomena sudah terbukti “Hoax” akan langsung menaruh Fenomena itu ke dalam “keranjang sampah”. Tidak demikian dengan seorang berjiwa Scientist sekalipun Fenomena terbukti “Hoax” masih ada kegariahan untuk meneliti Fenomena itu lebih jauh lagi. Dan inilah yg dilakukan para Scientists kala itu terhadap Fenomena Mesmerism.

    Ada suatu hal yg menarik minat Scientists kala itu pada Fenomena Mesmerism ini yaitu efek penyembuhan yg diklaim Mesmer ternyata terbukti ada walaupun hanya dianggap sebagai Placebo Effect saja kala itu.

    James Braid kemudian berusaha meneliti lebih jauh lagi Fenomena Mesmerism ini dan berusaha menjelaskan Fenomena ini dengan keilmuan Physiology dan Psychology yg mulai berkembang kala itu. Konsep “Tenaga Magnetic” yg digunakan Mesmer tidak lagi digunakan Braid untuk menjelaskan Fenomena ini.

    Braid mencoba menjelaskan Fenomena Mesmerism ini dengan menggunakan penjelasan mengenai system syaraf tubuh ( Physiology ) dan sikap mental seseorang ( Psychology ). Braid inilah yg kemudian memberi nama baru bagi Mesmerism dengan sebutan Hypnotism.

    Penelitian Braid ini kemudian diikuti oleh penelitian para Scientists lainnya di benua Eropa hingga akhirnya mulai terbentuklah suatu disiplin ilmu baru yg sekarang disebut sebagai Hypnosis Modern.

    Dan sekali lagi beruntunglah kala itu dunia Barat sedang terjangkit semangat Scientific Curiosity bukan semangat Skeptic โ€“ atau sekali lagi mungkin lebih tepatnya sialnya bagi yg menganggap ada jin dalam Fenomena seperti ini.

    Para Scientists kala itu tidak hanya berhenti pada penelitian “Ada tidaknya Tenaga Magnetic yg diklaim Mesmer”, tetapi berusaha menggali lebih jauh tentang Apa, Mengapa dan Bagaimana Fenomena ini sebenarnya.

    Hingga akhirnya dunia Modern sekarang ini mengenal suatu disiplin Ilmu yg disebut dengan Hypnosis Modern. Semua atas jasa semangat “Scientific Curiosity” yg ada kala itu โ€“ sikap Skeptic tidak akan pernah membawanya sampai sejauh ini.

    Lucunya Hypnosis Modern yg awalnya hanyalah “Pseudo Science” dan sudah terbukti “Hoax” inilah yg kemudian digunakan para Skeptic ( Indonesia ) sebagai senjata andalan untuk “melawan” dan “menjelaskan” Fenomena sejenis dengan Mesmerism di tanah air kita ini โ€“ dan mereka pun menggunakan tuduhan yg sama yaitu “Pseudo Science” dan “Hoax” menarik bukan

    Bedanya adalah begitu Fenomena sejenis dengan Mesmerism itu sudah dianggap “Hoax”, para Skeptic langsung memasukan Fenomena ini ke dalam “keranjang sampah”. Tidak ada lagi minat bagi mereka untuk menelitinya lebih jauh lagi.

    Bisa dikatakan semua layu sebelum berkembang ditangan para Skeptic ini .

    Seakan mereka lupa dengan sejarah Hypnosis Modern yg mereka banggakan tsb. Jika kala itu Mesmer hidup di jaman yg dikuasai para Skeptic mungkin dunia sekarang ini tidak akan pernah mengenal apa yg disebut Hypnosis Modern ini.

    Dari Mesmerism yg terbukti hanyalah “Pseudo Science” dan “Hoax” pada Tantangan Skeptis ala Louis XVI ini, James Braid mengembangkannya menjadi Hypnosis Modern kemudian dengan Hypnosis Modern ini Sigmund Freud mengembang suatu disiplin ilmu Psychology yg sekarang dikenal sebagai Psychoanalysis.

    Jadi jika suatu Fenomena terbukti “Pseudo Science” dan “Hoax” apakah lantas kita harus segera membuangnya ke “keranjang sampah” ? padahal meskipun baru disebut pseudoscience namun bila diteliti lebih lanjut sangat berpotensi menjadi ilmu yang bermanfaat bagi umat manusia seperti ilmu hypnosis modern yang dulu disebut “hoax” sekarang malah sudah diakui WHO sebagai salah satu bentuk terapi.

    Mengapa hypnosis kini sudah diakui bukan “hoax” lagi? karena orang yang masuk dalam kondisi hypnosis, kini telah bisa diukur gelombang otaknya dengan teknologi pengukur gelombang otak yang disebut EEG. Orang yang terhipnotis masuk kedalam gelombang otak alfa-theta sehingga kita dapat memasukan berbagai sugesti seperti untuk terapi phobia, untuk motivasi dll. Jika orang skeptis tadinya mengatakan bahwa orang yang dihipnotis itu “pura-pura” saja maka terbantahkan dengan sendirinya karena EEG telah mampu mendeteksi perbedaan gelombang otak orang yang terhipnotis dengan orang dalam keadaan sadar.

    Sumber : yahoogroups.com, Facebook & berbagai sumber

    KOMENTAR ANDA :

    ARTIKEL LAINNYA
    ziarah ke makam mbah saripodang untuk keharmonisan

    kisah “perahu nabi nuh” di lampulo, aceh

    siluman macan putih bendungan samiran kembali minta tumbal

    banyu sumurup, kampung pembuat keris

    mencari kerajaan shambhala, surga yang tersembunyi

    fakta dan mitos legenda atlantis

    dashyatnya berpikir positif

    fenomena gletser berdarah di antartika

    menebak kepribadian pria dari bentuk jam tangannya

    mengenal gland pineal atau kelenjar pineal

    VIDEO MISTERI PILIHAN

    Manusia Kalkulator
    – See more at: http://www.indospiritual.com/artikel_tantangan-james-randi-foundation-untuk-paranormal.html#sthash.uUI2iU4d.dpuf

    Saya tidak tahu lagi, apakah ini bisa meyakinkan para pembaca.
    Satu saja yang harus diingat. Pengertian tenaga dalam masih samar buat kita…… jangan asal lihat kemampuan di luar batas lantas disebut tenaga dalam. Kalau kesurupan pasti bisa diruqyah (di obati) itu saja.

    Balas
    • 26 Agustus 2015 pada 8:18 am
      Permalink

      @Masanto: meyakinkan? mungkin bagi beberapa orang. Tapi kalau sekedar keyakinan, beberapa tahun yang lalu ada ribuan orang yang yakin pada batu petir Ponari bisa sembuhkan segala macam penyakit.

      Problem tenaga dalam adalah pembuktian.

      Kalau menganggap pembuktian ala para skeptik tidak fair, ya silakan pendukung tenaga dalam bahu-membahu buat sendiri pembuktian ilmiah yang bisa diverifikasi siapa saja.

      Sebenarnya jika tenaga dalam ini nyata, maka peminat utama kemampuan ini tentunya militer. Apakah ada institusi militer yang dengan serius meneliti kemampuan ini? ada

      Kekuatan militer terbesar dan termaju saat ini adalah militer USA, untuk kemampuan paranormal (termasuk tenaga dalam), mereka pernah serius melakukan risetnya. Bukan main-main, selama 25 tahun (1970-1995), CIA melakukan riset mengenai kemampuan remote viewing (pandangan jarah jauh, trawangan, ngrogo sukmo). Jutaan dollar sudah dikeluarkan dananya untuk riset ini. Hasilnya? itu hoax.

      Balas
  • 1 September 2015 pada 1:04 pm
    Permalink

    pak judhi, sebenarnya yang dimaksud tenaga dalam itu yang mana ?
    Yang pakai jin ala nglakoni….
    Yang olah fisik dan napas terus konsentrasi…..
    Yang isian……
    Yang……….
    Saya terus terang penasaran dengan setiap penjelasan para praktisi tenaga dalam, cuman sayangnya dikacaukan oleh sebagian orang yang menyamaratakan ilmu gaib dan ilmu olah fisik sehingga menghasilkan kekuatan lebih….
    Jadi paparan – paparan yang saya sampaikan di atas itu, selain untuk membuktikan kebenaran metode penelitian juga untuk lebih memusatkan jati diri tenaga dalam itu sendiri.
    Nah, sebagai orang yang memilih berpendapat bahwa tenaga dalam itu HOAX…
    bisa pula memberikan pemaparannya….
    ini ada lagi pendapat bahwa tenaga dalam tiu memang benar adanya…

    Teknik Menghancurkan Benda Keras (Kajian Ilmiah)
    Saturday, 20 July 2013

    Teknik Menghancurkan Benda Keras (Kajian Ilmiah)
    Pemecahan benda keras tidak asing bagi yang berkecimpung dalam dunia persilatan, Pematahan dan pemecahan dapat dijelaskan secara lebih ilmiah, sebagai berikut :
    Benda Keras
    Untuk tingkat kesulitan pemecahan benda keras ini tergantung 2 paktor :

    Jenisnya Bahannya, jenis bahan ini mempengaruhi tingkat kerapatan molekular dan kelenturannya. Contoh, balok beton lebih mudah memcahkannya dari pada baja, karena baja lebih rapat ikatan molekularnya dan juga lebih lentur. untuk memecahkan besi lebih sulit daripada baja karena kerapatan dan daya lentur lebih besar dari pada baja.
    Posisi benda yg akan dipukul. misal beton yang akan di hancurkan ujung beton ini disangga akan lebih mudah daripada beton yg disimpan dilantai, dan lebih sulit lagi bila 2-3 tumpuk beton disimpan ditanah/lantai yg di hancurkannya bagian tengah atau bawahnya saja tanpa menghancurkan bagian atasnya.

    Jadi Walaupun benda itu kelihatan keras dan kaku, namun menurut ilmu mekanika benda tersebut memiliki sedikit kelenturan. Demikian pula dengan balok es, kikir atau lempengan besi baja. Per mobil termasuk mempunyai kelenturan yang lebih tinggi. Kelenturan sangat mempengaruhi proses patahnya benda dan proses tumbukan antara tangan dan benda.
    Tangan
    Anggota tubuh yg biasa dugunakan tuk memecahkan ini adalah Tangan, dibagi atas telapak, pisau hasta, dan siku. Pada proses tumbukan sebagian tenaga terserap oleh kelenturan otot. Secara sederhana dibayangkan bahwa tenaga yang diserap oleh perubahan bentuk otot menyerupai dengan tenaga untuk membengkokkan lengan seseorang yang sedang dikejangkan. Sejumlah tenaga pada proses tumbukan telah digunakan untuk mengubah bentuk otot pada sisi telapak serta otot-otot lainnya pada telapak, pergelangan, dan siku. Tulang manusia sebenarnya sangat kuat, menurut ilmu mekanika, tulang manusia dapat menanggung kerapatan gaya (stress) sampai empat puluh kali lipat dibandingkan beton. jadi tidak perlu khawatir tulang kita akan patah. bagian tangan manapun yg akan digunakan yg paling baik adalah menggunakan otot tuk memecahkannya agar efek cedera dari tumbukan bisa di minamalisir.
    Tumbukan
    Menurut Newton gaya yang terjadi adalah sama dengan massa benda dikali percepatan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengamati bahwa gaya yang diberikan kepada sebuah benda, selalu berasal dari benda lain. gerobak bergerak karena kita yang mendorong, paku dapat tertanam karena dipukul dengan martil, buah mangga yang lezat jatuh karena ditarik oleh gravitasi bumi.
    Pada waktu tangan menumbuk benda, tangan memberikan gaya kepada benda keras itu, maka benda tersebut akan membalas dengan memberikan gaya kepada tangan, di mana gaya yang diberikan sama besar tetapi berlawanan arah. Jadi gaya yang bekerja pada sebuah benda merupakan hasil interaksi dengan benda lain. Gaya yang kita berikan arahnya menuju benda keras itu , sedangkan gaya yang diberikan oleh benda keras arahnya menuju tangan kita. Ketika kita memukul , Jadi Walaupun benda itui kelihatan keras dan kaku, namun menurut ilmu mekanika benda tersebut memiliki sedikit kelenturan, gaya yang kita berikan tersebut menggerakan benda keras tersebut menjadi , Pada saat benda tertumbuk, bentuknya berubah menjadi melengkung. Karena bentuknya melengkung maka bagian atas dari benda menjadi pendek, sedangkan bagian bawah menjadi panjang. Pertambahan panjang bagian bawah menimbulkan gaya tarikan sampai pada suatu saat di mana kerapatan gaya yang terjadi melampaui ambang kerapatan gaya ( breaking stress) beton. Pada saat itulah bagian bawah beton pecah. Sedikit sisa tenaga pada tangan sudah cukup untuk melanjutkan pemecahan beton sampai ke permukaan atasnya. hal ini di sebabkan kecepatan tangan berubah dari kecepatan maksimum menjadi berhenti karena menumbuk benda. Makin besar perubahan kecepatan (perlambatan), makin besar pula gaya yang dihasilkan. Menurut percobaan Feld, Nair, dan Wilk, perlambatan ini dapat mencapai 3.500 meter per detik kuadrat, sehingga mampu menghancurkan sebuah beton.
    Ketika sebuah benda yang padat mendapat benturan, bisa mengeluarkan dua macam gelombang, satu adalah gelombang bujur (longitudinal), sedangkan satunya lagi adalah gelombang permukaan. โ€œGelombang bujurโ€ adalah suatu gelombang tembusan, bisa menembus suatu benda, dari satu sisi permukaan melalui pusat benda dan disalurkan ke sisi lainnya. Dan โ€œgelombang permukaanโ€, sama seperti namanya, hanya bisa menyampaikan pada permukaan yang sangat dangkal. Nah untuk bisa menghancurkan benda keras yg tidak menggunakan penopang energi dari tekanan benturan tadi gelombang harus menembus benda itu dan terpokus bisa bagian bawahnya atau bagian tengahnya saja.
    Pemukulan Benda Keras

    Melalui latihan yang terencana, teratur, dan terarah melatih otot. Agar menjadi cepat, kuat, dan liat. Sehingga pukulan untuk pematahan yang dilakukan akan menghasilkan lebih banyak gaya mekanis dan mengurangi kerugian akibat perubahan bentuk pada saat terjadi tumbukan. Selain itu harus pula meningkatkan kecepatan pukulan supaya didapat gaya yang lebih besar. Teknik ini biasanya dipergunakan dalam pemecahan benda2 keras dengan menggunakan penopang, dengan mengandalkan kecepatan pukulan. Jarak tangan dan benda biasanya mempengaruhi efektifitas dan kekuatan pukulan.
    Melatih Energi Tubuh/Tenaga Dalam. Dengan teknik olah nafas dan gerak tertentu sehingga energinya tubuhnya meningkat, dalam hal ini energi hawa panas. dimana energi panas ini bila dipokuskan akan menghasilkan gelombang kejut yang memiliki efek destruktif yg dahsyat. dimana Gelombang kejut adalah gelombang dari sebuah aliran yang sangat cepat dikarenakan kenaikan tekanan, temperature, dan densitas secara mendadak pada waktu bersamaan. Seperti gelombang pada umumnya shock wave juga membawa energi dan dapat menyebar melalui medium padat,cair ataupun gas. Dengan teknik ini jarak tangan dengan target pukulan tidak menjadi masalah bahkan dengan jarak beberapa centi saja kita bisa menghancurkan benda tsb. hal ini bisa dilakukan oleh orang yg punya energi kuat.
    Gabungan dari 2 teknik diatas. biasanya digunakan oleh orang yg sudah berlatih energi tubuh/tenaga dalam tapi belum begitu kuat, dimana kecepatan, kekuatan otot masih dibutuhkan selain teknik pemokusan tenaga.

    Tuk melihat perbedaan secara kasar pemecahan menggunakan energi tubuh/tenaga dalam dan teknik latihan fisik adalah dari hasil efek hancuran benda kerasnya, biasanya dengan menggunakan kekuatan Tenaga Dalam adalah pecah 2 bagian secara sempurna.

    Sumber Kumara Tsabit

    Sekalian minta tolong, hasil penelitian militer USA ( 1970 – 1995 ) bisa dilihat dimana ?
    Atau mungkin anda copikan saja di diskusi ini.

    Balas
    • 1 September 2015 pada 4:58 pm
      Permalink

      @Masanto: orang menyebut tenaga dalam adalah tenaga/kemampuan yang dirasa diluar kemampuan wajar manusia. Bisa berarti mematahkan besi dengan tangan, melontarkan lawan tanpa menyentuh, menyalurkan tenaga ke benda lain, dan berbagai hal yang dirasa tak masuk akal. Olah nafas, pakai jimat, mantra, doa, isian, hanyalah metode perolehanya, tergantung aliran mana yang diikuti orang tersebut.

      Secara umum tenaga dalam yang bisa diukur, diuji dengan obyektif adalah tenaga dalam kasar (ada yang nyebut ilmu kanoman), seperti menghancurkan benda keras, atau melenting tinggi. Sedangkan tenaga dalam halus (ada yang nyebut ilmu kasepuhan), seperti getaran, ngrogo sukmo, pukulan jarak jauh, menyalurkan tenaga ke benda, kebal senjata, telepati atau membaca pikiran; sampai saat ini masuk kategori hoax, karena sangat subyektif, belum diverifikasi dengan netral.

      Kalau anda mencuplik tentang kajian ilmiah pukulan tenaga dalam, saya jadi tertarik untuk mendongeng tentang bagaimana tenaga dalam kasar dilatih.

      Sebagai contoh, latihan pernafasan kasar ala Merpati Putih, yang juga terdapat pada beberapa perguruan beladiri lain memaksa pengerahan kemampuan otot secara maksimal dalam kondisi anaerobik. Dengan latihan intensif berulang, maka hasilnya adalah kapasitas anaerobik tinggi yang mampu mengubah simpanan ATP dalam jumlah tinggi dalam otot untuk menghasilkan ledakan kekuatan besar yang singkat. Dengan bekal ini pesilat mampu menghasilkan ledakan kekuatan otot yang jauh diatas kemampuan rerata manusia.

      Apakah otot saja cukup?, tentu tidak. Secara alami manusia mempunyai mekanisme pengaman yang akan mencegah dirinya menghancurkan dirinya sendiri. Saat seseorang memukul, obyek pemukul (misalkan kepalan tangan) akan mengirimkan masukan rasa sakit pada tubuh. Jika suatu ambang sakit terlampaui, secara otomatis otot akan menghentikan pengerahan tenaga lebih lanjut untuk mencegah kerusakan (tulang retak, kulit luka). Sekuat apapun otot seseorang, kemampuan memukulnya dibatasi oleh ambang sakitnya sendiri.

      Untuk meningkatkan ambang sakit, mereka berlatih berulang kali memukulkan organ pukul mereka pada benda keras (bilah bambu, lantai, lempung). Beberapa yang ekstrim bahkan dengan memukul pasir besi panas atau menghantamkan tulang keringnya ke balok.

      Setiap mendera organ pukul berulang kali, terjadi retak lembut pada tulang mereka (micro fracture) yang segera tertutup oleh proses penyembuhan alami. Dengan mengulang proses retak-sembuh pada tulang pukul berulang kali, petarung yang serius membuat perubahan permanen pada tulang pukul mereka, strukturnya menjadi lebih padat dan kuat. Tulang yang mampu menahan energi pukulan yang jauh lebih dahsyat.

      Hasil akhirnya adalah organ pukul yang kuat, otot yang mampu mengirimkan tenaga dahsyat tanpa dibatasi mekanisme pengaman diri.

      Dengan mekanisme di atas, tentu tidak ada yang ghaib tentang tenaga dalam kasar. Proses pelatihan yang bisa di replikasi oleh ilmu olah raga modern tanpa perlu polesan istilah eksotik seperti aliran chi, bantuah khodam atau tenaga dalam.

      Sedangkan tentang ilmu kasepuhan (tenaga dalam halus), saya menganggap tak lebih dari sugesti yang dipupuk sedemikian dalam hingga menghasilkan efek seolah-olah itu nyata bagi yang melakukannya atau yang melihat (dan mempercayainya).

      Oh ya, tentang riset militer USA tentang memanfaatkan tenaga dalam ada di link berikut:
      https://en.wikipedia.org/wiki/Remote_viewing
      https://en.wikipedia.org/wiki/Stargate_Project

      Balas
      • 12 September 2015 pada 12:08 am
        Permalink

        Konsepnye kagak jelas dan subject yg dibahas kelewat luas TAPI langsung dihantam SEMUA HOAX, ya gini lah akibatnye – dari awal kagak jelas yg ente permasalahin ntu KONSEPnye yg HOAX, FENOMENA-nye yg HOAX atawa APLIKASI-nye yg HOAX padahal fenomena yg dipermasalahin terlalu LUAS (harus dilihat cas by case) … he3x

        Jadi dah bener tuh agan masanto MEMPERTANYAKAN apa sebenernye yg ente maksud dengan TENAGA DALAM. Dari penjelasan ente pan sebenernye dah ade titik temu, ente bagi 2 apa yg ente maksud TENAGA DALAM yaitu :

        Tenaga Dalam Kasar (Kanoman) : dari penjelasan ente pan jelas Tenaga Dalam Kasar ini BUKAN FENOMENA HOAX. Kanoman itu fenomena NYATA dan terukur – cuman yg ente permasalahan KONSEP-nye artinye ente cuman kagak setuju kalo Kanoman ntu dibilang mengandung UNSUR GHAIB entah itu disebut CHI, JIN dll

        Jadi untuk yg Kanoman ini MASALAH-nya dah selesai – Kanoman itu fenomena yg REAL / NYATA bukan HOAX dan tentunya KEDAHSYATAN-nya pun NYATA … Dalam hal ini kagak ade perbedaan antara ente dan agan masanto … beres kan

        Sebenernye kalo pun yg ente permasalahan ntu KONSEP Tenaga Dalam Kasar, sebenernye dalam hal ini pun masalahnye dah beres. Agan masanto (dan juga agan yg lain) pun dah berulang kali menegaskan kanoman itu kagak ade UNSUR GHAIB nya – bisa dilihat dari comment2x nye. Napa ente masih ngedebat panjang lebar … he3x

        Jadi dah beres ye masalah Tenaga Dalam Kasar (Kanoman) ini … dah ade TITIK TEMU-nye

        Tenaga Dalam Halus (Kasepuhan) : dari penjelasan ente ini yg ente anggep HOAX baik dalam hal FENOMENA maupun KONSEP nye. Jadi di bagian ini yg masalahnye belon beres, mungkin masih ade perbedaan antara ente, agan masanto atawa pembaca lainnye

        Kalo kaya gini pan diskusi-nye lebih enak – kagak usah pake nyinyir2xan kaya nenek-nenek ompong … he3x

        Balas
        • 13 September 2015 pada 8:40 am
          Permalink

          @Awan: trims untuk masukan tentang peta masalahnya. ๐Ÿ™‚

          Balas
  • 27 Oktober 2015 pada 12:54 am
    Permalink

    Ente – ente pade ngebahas yang kaga penting, mending ente cari makan aje yg halal n ibadahnye di benerin yeee…

    Balas
    • 27 Oktober 2015 pada 11:07 am
      Permalink

      @Don Joean: terima kasih untuk menunjukkann bahwa komentar anda (dan juga anda) sama sekali tak penting ๐Ÿ™‚

      Balas
  • 4 November 2015 pada 4:35 pm
    Permalink

    ya buat olahraga sama nambah wawasan ajaj

    Balas
  • 25 Desember 2015 pada 5:43 pm
    Permalink

    JUJURLAH PD HATI SENDIRI, SEMOGA ANDA MENEMUKAN APA YG ANDA INGINKAN…

    Balas
    • 25 Desember 2015 pada 6:42 pm
      Permalink

      @DeniAfrodit: saya mengatakan yang saya tahu. Saya tidak percaya segala penjelasan eksotis atau mistik tentang tenaga dalam karena sejauh ini saya belum melihat bukti yang kuat.

      Saya tidak ingin bersikap seperti medioker pecundang yang percaya pada sesuatu hanya karena diajarkan untuk percaya dan karena yang lain juga percaya.

      Bukankah itu jujur?

      Balas
    • 8 Februari 2016 pada 10:52 am
      Permalink

      @DeniAfrodit: menarik sekali, tenaga dalam bisa membunuh bakteri tipes.

      Apakah penelitian ini sudah melewati peer-review di kalangan ilmuwan? atau diulang oleh para ilmuwan yang tak percaya tenaga dalam?

      Harusnya ini bahan promosi yang bagus untuk Perguruan Tenaga Dalam Sinar Putih. Datangi saja pasien tipes di rumah sakit, tawarkan bantuan untuk menyembuhkannya lewat tenaga dalam, pasti kehebatan ini masuk berita dan berbondong orang belajar tenaga dalamnya.
      ๐Ÿ™‚

      Balas
  • 27 Maret 2016 pada 8:02 am
    Permalink

    Sepertinya anda sedang mencari bukti keberadaan Tenaga Dalam, atau memang anda ingin membuktikan bahwa Tenaga Dalam itu tidak ada ๐Ÿ™‚

    Balas
  • 28 Maret 2016 pada 8:00 am
    Permalink

    Skeptik sejati tentu akan percaya jika suatu hal sudah terbukti. Semua informasi di internet ini memang tidak semuanya betul Dan tidak sepenuhnya salah. “Wikipedia contohnya” semua orang bebas menulis biarpun yg dia tulis salah. Yang saya tahu SKEPTIK pun ada yg meyakini fenomena paranormal ada, coba baca artikel tentang Susan blackmore, Chris french walaupun begitu mereka tetap menjaga ke-skeptikannya. Jika ingin meneliti, teliti secara langsung. Jangan sampai terjerumus menjadi seorang pseudoskeptic ๐Ÿ™‚

    Balas
    • 28 Maret 2016 pada 9:44 am
      Permalink

      @Linggar: telitilah langsung, jangan sampai terjerumus pseudoskeptic, bagus.

      Saya tidak percaya tenaga dalam. Untuk sampai pada kesimpulan itu, saya banyak membaca informasi tentang tenaga dalam dan bahkan mengalami pelatihan untuk memperolehnya. Saya sudah pernah ikut 3 perguruan silat yang 2 di antaranya sangat mengandalkan tenaga dalam, dari sekitar 8 tahun saya berlatih, 4 tahun di antaranya saya berperan sebagai pelatih. Saya juga kenal banyak orang yang berkecimpung di bidang tenaga dalam ini, dua orang yang pernah saya latih (langsung atau tak langsung), saat ini menjadi ketua perguruan di dua kota yang berbeda. Jadi secara konsep dan pengalaman, saya tahu, dan sekarang saya menyimpulkan bahwa tenaga dalam adalah mainan psikologi semata.

      Anda percaya tenaga dalam atau tidak?
      dan apa yang sudah anda lakukan untuk sampai pada kepercayaan itu? meneliti? mengumpulkan cerita seru tentang tenaga dalam?

      Jangan jadi pseudoskeptic ๐Ÿ™‚

      Balas
  • 28 Maret 2016 pada 1:36 pm
    Permalink

    Cerita menarik, kok ga sekalian foto sewaktu latihan dipajang di sini ๐Ÿ™‚

    Balas
    • 28 Maret 2016 pada 1:52 pm
      Permalink

      @Linggar: jadi anda tak pernah meneliti keyakinan anda?

      Balas
  • 28 Maret 2016 pada 2:48 pm
    Permalink

    @judhianto: apakah saya pernah meneliti keyakinan saya? Tentu. saya menelitinya. Apakah saya wajib menjawab pertanyaan anda? Tentu saja tidak. Lalu bagaimana kepercayaan dan pengalaman saya terhadap fenomena tersebut? Cukup saya yang tahu ๐Ÿ™‚ Saya hanya berpikir kritis dan memberikan pilihan kepada pembaca maupun penulis bahwa ada 2 pilihan. Skeptik beneran dan pseudoskeptik. Mohon maaf kalau ada tulisan saya yang kurang berkenan.

    Balas
      • 20 Juli 2016 pada 11:52 am
        Permalink

        Yang di maksud tenaga dalam itu apa sih. Ya kalau menurut saya ya tenaga dalam yg blum kluar. Sama halnya kalau kita lompat tembok 3 mtr gk bakal bisa tp kalau posisi di kejar anjing trus ada tembok 3 meter bisa lompati. Sama saja larinya gk cepet sambil di kejar anjing bisa kenceng larinya. Jadi gk perlu pakai jin atau apa lah.

        Balas
  • 30 April 2016 pada 11:24 am
    Permalink

    Tenaga dalam menurut saya hanyalah salah satu fitur yg dapat dinyatakan di dunia game saja. :v. tapi tanpa adanya mitos tenaga dalam, karya karya fiksi seperti novel film, game dan sebagainya tak akan pernah ada. jadi terima kasih atas mitosnya :v. membuat bisnis kami para pembuat konten fiksi laris manis,
    me as game developer

    Balas
  • 27 Juli 2016 pada 4:22 pm
    Permalink

    Kalau dari diskusi sebelumnya sudah sepakat bahwa memang ada catatan sejarah tentang ilmu kebal. Ini cukup membuktikan bahwa tenaga dalam itu ada, bukan omong kosong atau sugesti.

    Tenaga dalam itu banyak sekali jenisnya, levelnya juga bertingkat. Jadi tidak bisa di generalisasi. Dari pengalaman pribadi, saya sudah merasakan manfaat tenaga dalam biarpun levelnya masih di tahap “muncul bila kondisi terdesak”, jadi tidak bisa untuk demonstrasi atau pertunjukan. Sedikit cerita, Bapak saya pernah di begal oleh 2 orang bersenjata pisau penghabisan, Alhamdulillah 2 begal tersebut tidak berkutik & lari terbirit-birit tanpa bertarung secara fisik.

    Ada level tenaga dalam yang bisa di demonstrasikan & berpengaruh secara fisik, dan ini bukan sugesti, ilusi ataupun trik sulap. Contohnya John chang, terakhir tinggal di surabaya. Beliau ahli tenaga dalam aliran Nei kung.
    Ada film dokumenter tentang kemampuan John Chang :

    Level tersebut dapat dicapai tentunya dengan latihan keras, berjam-jam setiap harinya selama bertahun-tahun.
    Salah satu murid John Chang bernama Kosta Danaos menulis buku “the magus of java”.

    Balas
    • 28 Juli 2016 pada 10:32 am
      Permalink

      @Budi: saya sepakat bahwa memang ada catatan sejarah tentang ilmu kebal, sebagaimana ada catatan sejarah tentang naga atau Prabowo yang sujud syukur karena menang pilpres. Tapi apakah itu menggambarkan fakta? atau hanya menggambarkan imajinasi saat itu atau klaim tipu-tipu? kan ini yang butuh divalidasi.

      Sampai saat ini, belum ada klaim tentang tenaga dalam yang bisa divalidasi secara ilmiah. Itu faktanya, dan saya berpegang pada fakta tersebut.

      Kalau ada yang bisa menunjukkan fakta tenaga dalam yang bisa divalidasi secara ilmiah, tentunya saya percaya bahwa tenaga dalam itu nyata.

      Balas
      • 29 Juli 2016 pada 2:09 pm
        Permalink

        Fakta adalah fakta. Apakah suatu fenomena yang belum di validasi secara ilmiah menunjukkan itu tidak ada?

        Sebegitu superior kah “Validasi ilmiah” ? sudah sebegitu dasyatkah sains manusia dibalik “Validasi ilmiah” tersebut ?

        Sedikit contoh,
        pada waktu Hipnosis belum diakui oleh sains, Hipnosis dianggap omong kosong. Tapi sekarang sudah diakui & menjadi salah satu ilmu yang diajarkan di Perguruan Tinggi.
        Teleportasi dahulu dianggap omong kosong. Baru-baru ini ilmuan sudah bisa melakukan teleportasi biarpun masih di tingkat atom.
        Jadi pada kurun waktu Hipnosis & Teleportasi belum divalidasi secara ilmiah, kedua hal tersebut tidak ada alias omong kosong?

        Balas
        • 29 Juli 2016 pada 7:30 pm
          Permalink

          @Budi: dari contoh anda, anda menyebut hipnosis. Dan bagaimana hipnosis bisa dianggap nyata? karena bisa diuji dan diverifikasi secara ilmiah. Sesederhana itu kok ๐Ÿ™‚
          Anda juga menyebut teleportasi, itu ramalan yang ditarik dari sains dan dibuktikan oleh sains kok, bukan dari klaim-klaim kosong.

          Jadi ingin tenaga dalam tidak dianggap omong kosong? ya berhentilah omong kosong, tunjukkan saja bukti yang bisa diverifikasi dengan sains.

          Sesederhana itu kok ๐Ÿ™‚

          Balas
          • 30 Juli 2016 pada 8:33 am
            Permalink

            Memang sederhana sekali kesimpulannya ๐Ÿ™‚

            Saya percaya tenaga dalam ada karena berdasar pengalaman pribadi & melihat fakta-fakta yang ada.
            Dan saya percaya suatu fenomena yang belum diverifikasi secara ilmiah belum tentu tidak ada.

            Bung Judhianto tidak percaya adanya tenaga dalam karena belum diverifikasi secara ilmiah.

            Trims diskusinya ๐Ÿ™‚

  • 1 September 2016 pada 3:54 pm
    Permalink

    Tenaga dalam vs MMA. Kena Kunci atau Bonyok yg tenaga dalam. Bpk sy jg punya tenaga dalam, pas sy sama dia nonton tinju Manny Pacquiao vs Miguel Cotto. Sy tantang bpk agar bisa melakukan pukulan sekeras Pacquiao, bpk bilang “bisa klw lawan sy adlh murid saya”. Lha terus gmn klw lawannya preman jalanan, atau petinju betulan seperti Manny Pacquiao??? Bpk bilang “gak bisa, blm sempat saya memusatkan pikiran sy sdh dihajar duluan”. Itulah sebabnya hingga saat ini sy tdk ikut2an bljr tenaga dalam seperti bpk. Sy justru belajar tinju dan kickboxing karena sy rasa itulah beladiri paling efektif utk pertahanan diri apalagi buat menghadapi preman jalanan. Yg lbh efektif lg adalah senjata api tp mahal harganya dan ijinnya ribet, wkwkwkwk

    Balas
  • 26 November 2016 pada 10:25 pm
    Permalink

    Menurut saya tenaga dalam itu cuma seni pertunjukan saja, kenapa demikian karena dalam pertunjukan semuanya bisa di seting seolah-olah nyata
    dari artikel di atas mas judhianto mengatakan pernah menyaksikan sendiri pertunjukan orang di tusuk keris justru kerisnya yang malah bengkok, mungkin hal tersebut gak jauh beda ketika saya melihat atraksi sulap contohnya orang di potong sampai terbelah dua kemudian si tukang sulang menyatukan tubuh itu lagi, sepintas terlihat hebat, keren, tak masuk akal tapi ketika kita tahu triknya ternyata hal tersebut sudah di seting sedemikian rupa agar terlihat real.
    saya suka artikel-artikel mas yang lain, cuma untuk artikel ini cara pandang saya berbeda wkwkwkw….

    Balas

Perkaya Tulisan Ini Dengan Pendapat Anda

Paling Dikomentari

Paling Dibaca

Pilihan Acak

%d blogger menyukai ini: