Sendiriankah Kita di Semesta?

Bulan April kemarin merupakan bulan terakhir dioperasikannya fasilitas pemancar dan teleskop radio untuk proyek SETI (singkatan dari Search for Extra-Terrestrial Intelligence) di California.

Jajaran Teleskop Radio di California

Ketiadaan hasil yang berarti membuat para pengucur dana menghentikan dukungan lebih lanjut untuk pengoperasian fasilitas ini, Fasilitas yang berdiri sejak 1984 ini memerlukan dana kurang lebih 2,5 juta USD pertahun untuk mengoperasikannya.

Fasilitas ini bertugas memancarkan sinyal radio ke seluruh penjuru semesta untuk mengabarkan peradaban manusia di bumi ini. Semacam teriakan “Haloooo… apakah ada orang disanaaaa….?”. Dan berharap ada sinyal balasan datang.

Fasilitas ini juga bertugas mendengarkan sinyal radio dari segala penjuru alam semesta dalam rentang frekwensi yang sangat lebar, berharap menemukan sinyal buatan yang menandakan kehadiran mahluk cerdas di luar sana. Sukur-sukur bisa menemukan sinetron “Cinta Fitri” ala penghuni galaksi Andromeda di sana.

Selain melalui pelacakan sinyal radio, kita juga mengirimkan duta peradaban bumi ke luar angkasa.

Plakat yang disertakan dalam wahana Pioneer 10 dan Pioneer 11

Penjelajah angkasa Pioneer 10 dan Pioneer 11 yang berangkat di tahun 1972 adalah wahana buatan manusia yang dirancang untuk terbang keluar dari tatasurya dan menuju ruang antar bintang.

Dalam dua pesawat tersebut disertakan sebuah plakat emas yang melukiskan sepasang manusia, posisi matahari kita, posisi bumi serta berbagai data yang diharapkan dapat dimengerti oleh kebudayaan cerdas lain yang mungkin akan menemukannya. Di dalamnya juga disertakan rekaman suara dari bumi mulai dari suara ombak, suara berbagai binatang, ucapan salam dalam berbagai bahasa serta musik.

Sinyal terakhir dari pesawat ini diterima pada tahun 2003. Diperkirakan pesawat bertenaga nuklir ini saat ini telah masuk dalam ruang antar bintang dengan pengendalian penuh dari unit komputer yang dibawanya.

Dari usaha yang telah kita lakukan untuk menyapa tetangga kita di luar sana, kita belum mendapatkan hasil yang positif. .

Peluang Adanya Peradaban Lain di Semesta

Dari perhitungan para ahli luar angkasa, diperkirakan terdapat 7 x 1022 bintang di semesta ini dan 250 juta diantaranya ada di galaksi kita. Matahari kita hanyalah satu diantaranya. Jumlah bintang itu sedemikian besar sehingga rasanya mustahil bila matahari kita adalah satu-satunya yang mempunyai kehidupan di planet yang mengorbitnya.

Galaksi tetangga kita, Andromeda. Ada milyaran planet di sana, kenapa tak ada satupun yang berpenghuni.

Frank Drake pada tahun 1961 mengusulkan perhitungan peluang jumlah peradaban yang mungkin ada di galaksi kita dalam masa hidup yang sama dengan peradaban kita. Perhitungan tersebut mencakup data-data statistik laju kelahiran bintang, peluang adanya planet dalam suatu bintang dan berbagai data lainnya.

Alien dalam film Men In Black

Dari perhitungan Drake dengan data terkini, hasilnya adalah kemungkinan terdapat 2,3 peradaban maju diantara 250 juta bintang di galaksi Bimasakti kita, Sedangkan untuk seluruh alam semesta, kita bisa mengalikannya dengan jumlah galaksi yang ada, yaitu sekitar 1.7 × 1011.

Jadi, kapan kita ditelpon balik alien atau merelai sinetron “Cinta Fitri” ala alien…?

Tunggu saja…

Tentang penulis

Pencari jawab amatir, bertanya apa saja...